Badai Covid-19 yang Menyerang Proliga Melumpuhkan Surabaya Samator

13 Februari 2022, 18:30:35 WIB

JawaPos.com-Badai Covid-19 yang menyerang Proliga benar-benar melumpuhkan Surabaya Bhayangkara Samator. Kemarin (12/2) tim juara bertahan asal Jawa Timur itu kalah dari Jakarta BNI 46 dengan skor 0-3 (20-25, 22-25, 18-25).

Laga berlangsung di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, kemarin (12/2).

Pada laga ini, Samator tidak tampil full team. Rendy Tamamilang, Tim Robert Taylor, dan Aimal Khan selaku legiun asing yang baru didatangkan untuk menggantikan Marko Sindelic absen karena positif Covid-19.

Ini bukan kali pertama Proliga digerogoti pemain yang positif. Pada hari sebelumnya, ada sepuluh pemain Jakarta Pertamina Pertamax yang terpapar Covid-19. Akibatnya, laga melawan Kudus Sukun Badak ditunda.

Kekalahan itu tidak hanya membuat Samator gagal revans dari Jakarta BNI 46 yang kalah 2-3 di putaran pertama. Namun, posisi Samator di peringkat kedua juga tergusur.

Meski sama-sama mengumpulkan 10 poin, BNI 46 berhak nangkring di posisi kedua karena mengoleksi empat kemenangan dan dua kekalahan. Sementara itu, Samator mengoleksi tiga kemenangan dan tiga kekalahan.

Pelatih Samator Sigit Ari Widodo tidak bisa berbicara banyak terkait dengan kekalahan 0-3 yang kali pertama ditelan tim.

Menurut dia, absennya pemain pilar tersebut sangat memengaruhi tim. Khususnya bagi Rendy yang pada hari sebelumnya mengikuti latihan dengan tim dan disiapkan melawan BNI 46. ”Pengaruhnya banyak banget. Rendy jadi motor tim,” katanya kepada Jawa Pos.

Pelatih BNI 46 Samsul Jais menyatakan, di laga ini timnya mengandalkan servis dan receive yang baik. ”Strategi kami bisa serang dari servis. Meskipun bola bisa dikembalikan, kami bisa langsung attack dan Samator sulit mengembalikan bola,” ujarnya.

Dia puas melihat penampilan Yohanes Dedi Prasasti yang tampil menggantikan Takahiro Tozaki di posisi outside hitter. ”Yohanes ini anak muda (17 tahun), tapi kualitasnya sudah bagus. Banyak sumbang poin dan bantu pertahanan juga. Saya bangga lah sama dia,” ungkapnya.

Pada laga lain di tim putri, perombakan yang dilakukan Bandung Bank BJB Tandamata membuahkan hasil. Tim asal Jawa Barat itu menang atas Jakarta Popsivo Polwan dengan skor 3-0 (25-21, 25-13, 25-15).

Perubahan yang dilakukan BJB adalah memberhentikan Agus Irawan sebagai pelatih kepala.

Penggantinya adalah M. Alim Suseno yang sebelumnya menjadi asisten pelatih. Pergantian pemain juga dilakukan BJB dengan mendatangkan Nikoleta Perovic untuk menggantikan Yeliz Basa.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : raf/c14/bas

Saksikan video menarik berikut ini: