alexametrics

Kejutan Unggulan Terendah Yang Jadi Satu-Satunya ke Semifinal

Tunggal Putri Indonesia Habis
12 Oktober 2019, 15:39:16 WIB

JawaPos.com– Dua pekan terakhir, kita terkesima oleh permainan para bintang belia di Kejuaraan Dunia Junior (World Junior Championships/WJC) 2019. Putri Kusuma Wardani, Nita Violina Marwah/Putri Syaikah, hingga Bobby Setiabudi memang tampil hebat. Berkat mereka, Indonesia akhirnya meraih gelar di sektor beregu campuran Sabtu malam (5/10).

Penampilan mereka di sektor individu sejak babak pertama tak kalah impresif. Penggemar di tanah air pun menganggap mereka layak jadi juara. Sayang, harapan itu rupanya terlalu dini. Para kesayangan baru berguguran pada babak perempat final kemarin. Hanya ada empat di antara sembilan wakil di delapan besar yang lolos ke semifinal hari ini.

Yang cukup menyakitkan adalah kekalahan Putri K.W. dan Nita/Putri. Mereka tumbang di tangan pemain yang peringkatnya lebih rendah. Straight games pula. Di sisi lain, Bobby masih bisa memaksakan rubber game ketika melawan unggulan pertama tunggal putra Kunlavut Vitidsarn. Buat pemain asal Thailand itu, laga kemarin adalah balas dendam atas kekalahan oleh Bobby di semifinal sektor beregu.

Nita/Putri, unggulan pertama ganda putri, dikalahkan Kaho Osawa/Hinata Suzuki (Jepang) 21-16, 21-19. Penampilan mereka tidak seperti biasa. Pertahanan sangat mudah ditembus. Sebaliknya, serangan Putri/Nita seperti membentur tembok.

’’Di game pertama, memang nggak bisa keluar mainnya. Di awal game enak, tapi lawan mengubah permainan. Kami agak bingung,’’ ungkap Nita, seperti dikutip dari keterangan pers PP PBSI. ’’Pada game kedua, sebetulnya kami sudah dapet mainnya. Tapi, lawan suka ubah pola. Mereka juga lebih siap. Tenaga pasangan Jepang kuat, lebih rapat defense-nya. Kami banyak tertekan,’’ ulas Putri.

Nita dan Putri jelas kecewa. Sebagai unggulan pertama, mereka punya banyak modal untuk jadi juara. Apalagi, itu menjadi kesempatan terakhir mereka untuk bermain di level junior. ’’Kami berharap bisa ambil gelar di WJC kali ini. Tapi, masuk semifinal saja enggak. Masih banyak yang perlu diperbaiki. Teknik maupun nonteknik harus lebih dimatangin,’’ tutur Nita.

Di sisi lain, Putri K.W. yang biasanya menyuguhkan permainan taktis seperti kehabisan bahan bakar kemarin. Dia kalah oleh Riko Gunji (unggulan ke-13) hanya dalam 37 menit. Belum diketahui apakah dia mengalami masalah atau cedera.

Putri Kusuma Wardani tumbang di perempat final (PP PBSI).

Yang jelas, permainan gadis 17 tahun itu tidak seperti yang dia perlihatkan selama dua pekan terakhir.

Dengan demikian, sektor tunggal putri dipastikan tanpa medali di WJC 2019. Sebab, selain Putri K.W., Stephanie Widjaja ikut tumbang. Dia dikalahkan unggulan kedua asal Tiongkok, Zhou Meng, dengan sangat mudah, 7-21, 11-21.

’’Tadi (kemarin, Red) saya mainnya ragu-ragu. Lawan sudah baca antisipasi bola dari saya. Saya banyak mati sendiri dan tidak bisa keluar dari tekanan,’’ sambat Putri K.W. ’’Lawan lebih banyak mengontrol saya. Permainan setengah lapangan ke depannya lebih unggul. Jadi, saya dikontrol terus dari awal sampai akhir,’’ lanjut dia.

Putri sangat kesal. Bukan semata karena kalah. Tapi, dia kecewa terhadap diri sendiri yang tidak mampu memberikan perlawanan maksimal. ’’Saya kalah saat permainan saya nggak keluar sama sekali,’’ ucap pemain binaan PB Exist itu. Putri masih punya satu kesempatan bermain di WJC tahun depan. Dia bertekad akan habis-habisan di event terakhirnya nanti.

Sektor tersebut benar-benar jadi cerminan level senior. Paling lemah jika dibandingkan dengan sektor lain.
Sisi positifnya, kita masih punya beberapa jagoan. Unggulan pertama ganda campuran Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil dan ganda putra Leo/Daniel Marthin masih melaju mulus. Demikian pula Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, unggulan ketiga ganda putri.

Plus, ada kejutan dari Yonathan Ramlie. Menjadi unggulan terendah di skuad tunggal putra Indonesia (13), dia malah jadi satu-satunya yang lolos ke semifinal. ’’Saya tidak menyangka bisa ke semifinal. Dari awal tahun prestasi saya kurang bagus, kalah di babak awal. Sekarang bisa masuk semifinal di WJC,’’ ucap Yonathan dengan berseri-seri.

Hari ini dia akan menghadapi Vitidsarn. Yonathan mengaku nothing to lose, tapi tidak gentar. ’’Dia adalah pemain yang lebih matang, lebih banyak pengalaman. Besok (hari ini, Red) saya harus mau ngadu dan lebih tahan,’’ imbuh Yonathan.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : nia/c18/na



Close Ads