alexametrics

Yoppy Rosimin: Kalau Menpora Oke, Audisi Umum PB Djarum Berlanjut

12 September 2019, 09:07:37 WIB

JawaPos.com – Rencana PB Djarum menghentikan audisi umum pencarian bakat pebulutangkis muda Djarum Fondation terus munuai komentar. Terakhir, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan melakukan pertemuan terkait masalah itu.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengungkapkan ada sinyal positif dari Menpora beberapa waktu lalu soal audisi umum yang dilakukan pihaknya. Meski begitu, Yoppy tidak mau beropini. Dia memilih menunggu keputusan rapat yang aka dilakukan pihak terkait dengan pembinaan atlit muda bulutangkis ini.

Saat ditanya apabila Menpora memberikan lampu hijau terkait audisi umum, Yoppy menjawab dengan tegas. ”Ya pasti. PB Djarum kan dibawahnya PBSI. PBSI dibawahnya KONI. KONI dibawahnya Kemenpora. Lha kalau KPAI? Kalau Menpora sudah bilang lanjutkan, ya audisi umum tahun depan diadakan. Kemarin saya respon berhenti karena KPAI bilang zero tolerance terus,” sambungnya seperti dikutip Jawa Pos Radar Kudus.

Jawa Pos Radar Kudus juga menghubungi Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto. Dia ingin ada solusi terbaik. ”Prinsipnya ada solusi terbaik. Audisi jalan terus dan menyesuaikan dengan norma yang berlaku,” terang Susanto.

Namun, saat ditanya perihal logo Djarum, Susanto menjawab tidak diperkenankan. ”Dalam PP Nomor 109 tahun 2012 tidak dibenarkan. Kami harus tegakkan regulasi tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, Yoppy memiliki opsi lain seandainya audisi umum ditiadakan. Yakni dengan cara memperbanyak turnamen skala kecil setiap tahunnya. Menurut Yoppy, PB Djarum rutin menggelar 40 turnamen kecil dan besar. Mulai dari Alan Susi Technology (Astec), Sirkuit Nasional (Sirnas), Kejuaraan Kota (Kejurkot), Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab), Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), dan beberapa even lain.

Yoppy menambahkan, dari turnamen skala kecil itu pula dia mendapatkan Jonatan Christie (Jojo) dan Anthony Sinisuka Ginting. Namun, Yoppy tidak memungkiri turnamen kecil seperti itu tidak signifikan jika dibandingkan menggelar audisi umum. Lebih memakan waktu. Terutama atlet yang bagus tapi ekonominya kurang. ”Berbeda dengan audisi umum yang terbilang lebih besar jangkauannya dan sudah mengakar,” sambungnya.

Menurut Yoppy, audisi umum sudah teramat mengakar di benak masyarakat. ”Buktinya saat saya bilang off, Netizen ramai-ramai menyesalkan. Itu kan jelas indikatornya,” imbuh Yoppy. Dia berharap rapat yang digelar hari ini ada jalan keluar terbaik.

Editor : Mohamad Nur Asikin



Close Ads