alexametrics

Djokovic Akhirnya Beri Klarifikasi Secara Terbuka Terkait Visanya

12 Januari 2022, 14:47:31 WIB

JawaPos.com – Novak Djokovic mengungkapkan telah terjadi kesalahan dokumen saat masuk ke Australia, yang membuatnya menghadapi masalah pencabutan visa begitu mendarat di Bandara Tullamarine.

Djokovic ditahan beberapa hari di hotel penampungan imigran di Melbourne hari setelah visanya dibatalkan oleh petugas imigrasi, yang mempertanyakan dispensasi medisnya sebagai persyaratan wajib vaksin COVID-19.

Dia dibebaskan, Senin, setelah hakim membatalkan keputusan itu, dengan mengatakan bahwa pembatalan visa tersebut “tidak masuk akal”.

Karena Djokovic tidak diberi waktu untuk berkonsultasi dengan pengacara dan ofisial tenis ketika dia tiba di Australia.

Melalui Instagram, Rabu, Djokovic mengunggah pernyataan bahwa dokumen perjalanan yang membuatnya bermasalah itu diisi oleh anggota timnya.

Yang mengakibatkan “kesalahan administratif” adalah ketika anggota tim itu mencentang kotak “tidak” untuk pertanyaan apakah pernah melakukan perjalanan ke negara suatu negara dalam 14 hari sebelum tiba di Australia.

“Ini adalah kesalahan manusia dan tentu saja tidak disengaja,” kata Djokovic.

“Kita hidup di masa yang sedang sulit dalam pandemi global dan terkadang kesalahan ini bisa terjadi.”

Pernyataan itu muncul ketika Menteri Imigrasi Australia Alex Hawke mempertimbangkan apakah perlu membatalkan visa petenis asal Serbia itu menjelang Australia Terbuka, yang dimulai pada 17 Januari.

Dikutip dari Reuters, Hawke menyatakan memberikan informasi palsu atau menyesatkan merupakan bentuk pelanggaran, dengan ancaman hukuman maksimum 12 bulan penjara dan denda hingga AUD 6.600 atau sekitar Rp68 juta, serta pembatalan visa.

Padahal diketahui Djokovic terbang dari Abu Dhabi sebelum ke Melbourne.

Djokovic, yang sedang berjuang merengkuh rekor 21 gelar grand slam di Australia Terbuka, mengatakan pengacaranya telah memberikan informasi tambahan kepada pemerintah Australia, Rabu, untuk mengklarifikasi masalah tersebut.

Aturan Ketat

Australia memiliki kebijakan yang melarang non-warga negara atau bukan penduduk masuk kecuali mereka telah divaksinasi penuh COVID-19.

Namun mereka juga menawarkan pengecualian medis. Visa Djokovic dibatalkan dengan alasan dia belum divaksinasi dan pengecualian medisnya tidak memuaskan.

Putusan pengadilan, Senin, tidak membahas apakah pengecualian itu – berdasarkan Djokovic yang tertular COVID-19 bulan lalu – valid.

Kasus Djokovic membuat hubungan antara Canberra dan Beograd memanas.

Pertanyaan muncul tentang pergerakan Djokovic sebelum datang ke Australia ketika unggahan media sosial menunjukkan dia di Beograd kurang dari dua pekan sebelum pergi ke Spanyol dan kemudian ke Australia.

Keterangan dari dua saksi mata dan satu orang lainnya, yang diperoleh Reuters, Selasa, menguatkan unggahan media sosial tersebut.

Djokovic, yang sudah berlatih di Melbourne Park sejak Senin, tidak merinci perjalanannya dalam pernyataannya yang diunggah, Rabu.

Permintaan Wawancara

Dalam pernyataannya Djokovic juga meminta maaf karena menghadiri sesi wawancara dan pemotretan oleh L’Equipe pada 18 Desember, sehari setelah dia mengatakan positif COVID-19.

“Ketika saya pulang ke rumah setelah wawancara untuk melakukan isolasi saya berpikir sudah melakukan kesalahan karena seharusnya menjadwal ulang janji (wawancara dan pemotretan) ini,” kata Djokovic.

Djokovic membantah laporan media yang menyebutkan bahwa dia juga tahu dia tertular COVID-19 ketika menghadiri acara tenis di Beograd untuk memberikan penghargaan kepada anak-anak pada 17 Desember.

“Saya tidak bergejala dan merasa baik, dan saya belum menerima pemberitahuan hasil PCR positif sampai setelah peristiwa itu,” kata Djokovic, yang menambahkan bahwa tes cepat antigen yang dilakukan sebelum acara itu juga menunjukkan negatif.

Editor : Candra Kurnia

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads