alexametrics
SEA Games 2019

Herry IP: Kalau Tak Meningkat, Fajar/Rian Bisa Tersusul Leo/Daniel

11 Desember 2019, 15:00:08 WIB

JawaPos.com-Sektor ganda putra gagal memenuhi target untuk meraih satu emas di SEA Games 2019.

Indonesia mengirimkan dua pasangan ke Manila. Yakni pasangan nomor lima dunia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto serta ganda keempat nasional Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf.

Sebab, dua ganda putra terbaik Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan sedang fokus menghadapi BWF World Tour Finals yang berlangsung mulai hari ini di Guangzhou, Tiongkok (11/12).

Dari SEA Games 2019, Indonesia hanya membawa pulang satu medali perunggu lewat Wahyu/Ade. Di sisi lain, Fajar/Rian sudah kandas di perempat final. Padahal, mereka menjadi unggulan satu turnamen ini.

Wahyu Nayaka/Ade Yusuf menyumbangkan perunggu nomor perorangan pada SEA Games 2019. (Nafielah Mahmudah/PP PBSI)

Pada semifinal Wahyu/Ade dikalahkan unggulan kedua asal Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dalam tiga game dengan skor 12-21, 21-18, 19-21.

Hasil ini menjadi perhatian pelatih kepala ganda putra Herry Iman Pierngadi.

Menurut dia, Wahyu/Ade sudah bermain benar dan maksimal.

”’Dengan kondisi lapangan seperti ini, angin yang kencang, menang angin, kalah angin, walaupun kalah saya surprise dengan penampilan mereka. Menurut saya cukup baik, walaupun kalah. Karena kan main bagus tidak selalu menang, atau main jelek pasti kalah. Mereka hanya kurang beruntung di poin tertentu,” kata Herry IP dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

Herry menambahkan, Wahyu/Ade memiliki potensi yang cukup bagus. Ganda nomor 27 dunia itu punya kapasitas untuk tampil lebih baik. Level permainan mereka pun dinilai Herry tak jauh dari dua pemain terbaik Indonesia, Marcus/Kevin dan Hendra/Ahsan.

”Secara level tak jauh. Namun, karena karena ranking mereka terlalu jauh, jadi saat turnamen di babak-babak awal, drawnya sudah ketemu pemain papan atas,” ungkap Herry.

”Tetap harus ada yang ditingkatkan dari mereka berdua. Terutama Ade Yusuf tenaga tangannya harus ditambahin lagi, supaya mainnya bisa lebih tahan lama dan konsisten. Bukan berarti jelek, tapi harus ditingkatkan lagi supaya bisa bersaing di level atas,” imbuh pelatih berjuluk Coach Naga Api itu.

Berbeda dengan Wahyu/Ade, Herry justru tak puas dengan penampilan Fajar/Rian. Pasangan yang diandalkan Herry pada turnamen ini justru gagal memberikan performa terbaik. keduanya terhenti di perempat final, kalah dari ganda Thailand Bodin Isara/Maneepong Jongjit.

Penampilan Fajar/Rian, tambah Herry terus merosot. Mereka harus memperbaiki semuanya. Baik itu dari segi teknik dan mental.

Jika tidak meningkat, maka Fajar/Rian bisa tersusul oleh Wahyu/Ade atau bahkan oleh ganda muda yang merupakan juara dunia junior 2019 Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

”Karena tahun depan kesempatan akan terus terbuka. Siapa yang tidak bisa memanfaatkan kesempatannya, bisa jadi tersusul dengan pemain-pemain lapis lainnya. Ini warning buat mereka sendiri. Karena mereka saat ini sudah masuk lima besar dunia, tapi kualitas permainannya masih kurang sesuai. Saya kecewa sekali dengan penampilan mereka di SEA Games saat ini,” ungkap Herry.

”Kepercayaan diri mereka masing-masing harus ditingkatkan. Waktu beregu penampilan Rian di bawah performa sekali. Begitu main perorangan sudah lumayan, tapi gantian Fajar-nya yang kurang. Jadi gantian terus. Dua-duanya harus introspeksi diri masing-masing,” tambahnya.

Editor : Ainur Rohman


Close Ads