alexametrics

Mayweather Dirayu Uang Rp 1,3 Triliun Agar Mau Tarung Melawan Pacman

11 Januari 2020, 07:15:16 WIB

JawaPos.com –Floyd Mayweather sedang dibujuk untuk kembali ke ring tinju. Ada rencana besar untuk menggelar laga besar episode kedua melawan legenda Filipina Manny Pacquiao.

Bahkan venue sudah ditentukan. Arab Saudi jadi lokasi favorit.

Pertarungan yang sering dilabeli ”MayPac” itu bisa berharga sangat mahal jika berlangsung di Timur Tengah. Kabarnya. bayaran dengan nominal sembilan digit dolar Amerika telah disiapkan untuk kedua petarung jika laga itu benar-benar terealisasi.

Namun jika gagal, venue pengganti paling masuk akal adalah Las Vegas, Nevada. Menurut situs World Boxing News, Mayweather bakal diganjar setidaknya USD 100 juta (Rp 1,3 triliun) agar mau keluar dari masa pensiunnya dan bertarung melawan Pacman.

Sementara itu, Pacquiao isunya ‘hanya’ akan mendapatkan separo dari yang diterima julukan Mayweather.

Jumlah tersebut tentu tidak final. Itu masih ditambah dari hasil penjualan pay-per-view. Hitungan sementara jika disiarkan FOX dan Showtime, nilainya antara USD 2 sampai 3 juta. Sebagai pengingat pada laga MayPac 1, pendapatan pay-per-view menembus USD 4,6 juta.

Kanal streaming olahraga DAZN juga telah mengincar hak siar laga tersebut. Pada laga perdana, Mayweather menang angka. Kisah rivalitas mereka dianggap belum selesai karena saat itu Pacquiao belum pulih betul dari cedera bahu kanan.

Sayangnya, rencana besar membawa laga itu ke Arab Saudi, kini terancam batal akibat meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang dipicu perang Iran vs Amerika Serikat.

Kesuksesan Arab Saudi menyelenggarakan rematch Anthony Joshua kontra Andy Ruiz Desember lalu, memang membuka jalan bagi digelarnya duel-duel fenomenal lainnya.

Mayweather vs Pacquiao salah satunya.

Apalagi para investor Arab Saudi dikabarkan siap menggelontorkan dana besar untuk mengadakan tarung ulang tersebut.

Seperti diberitakan, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membesar setelah militer Paman Sam mengirim drone untuk menyerang Jenderal Iran Qasem Soleimani saat melawat ke Irak pada 3 Januari lalu.

Sang jenderal tewas dalam serangan pesawat nirawak tersebut.

Empat hari kemudian Iran membalas aksi itu dengan menyerang dua markas militer AS di Irak.

Eskalasi tersebut diprediksi masih meluas dan melibatkan semua sekutu dua negara yang berseteru itu di Timur Tengah. Salah satunya adalah Arab Saudi yang sudah lama dikenal sebagai kawan dekat AS.

Bukan mustahil Arab Saudi kini masuk target serangan Iran.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : nap/c4/cak


Close Ads