alexametrics
Mola TV PBSI Home Tournament 2020

Perlawanan Keren Tunggal Indonesia No 321 Melawan Pemain Papan Atas

10 Juli 2020, 15:15:17 WIB

JawaPos.com-Para pemain muda memang belum berhasil membuat kejutan hingga ke semifinal. Namun, setidaknya ada beberapa nama yang penampilannya patut dipuji.

Di antaranya, Karono, Alvi Wijaya Chairullah, serta Tegar Sulistio. Meski tidak masuk skuad elite Kejuaraan Dunia Junior 2019, mereka sukses menembus perempat final.

Pada fase grup, Alvi sukses menekuk pemain yang lebih senior, Firman Abdul Kholik, straight games 21-12, 21-17 Rabu lalu (8/7). Sayang, kemenangan tersebut akhirnya tidak dihitung setelah Firman mengundurkan diri dari turnamen karena sakit.

Perjuangan Alvi terhenti setelah ditaklukkan unggulan pertama Anthony Sinisuka Ginting dua game langsung di perempat final. Meski kalah dengan skor cukup jauh, dia mengaku mendapatkan pelajaran berharga.

Apalagi yang mengalahkannya pemain nomor enam dunia. ’’Lawan pemain senior itu harus berani. Mainnya lepas saja dan nikmati permainan,’’ ucap Alvi kemarin.

Karono tak kalah keren. Dia menyajikan perlawanan sengit bagi para pebulu tangkis senior. Pada perempat final kemarin, dia membuat Jonatan Christie ketir-ketir. Serangan-serangannya sering membuat pemain nomor tujuh dunia itu mati langkah. Juga membuat kesalahan sendiri.

Pemain nomor 321 dunia itu berhasil memaksa Jonatan menyelesaikan laga lewat rubber game. Sebelumnya, pada pertandingan fase grup, dia juga sukses memaksa Shesar Hiren Rhustavito melalui game ketiga.

Karono sempat mengunci game pertama dengan skor sangat telak, yakni 21-12. Sayang, pada dua game berikutnya, giliran dia yang ditekuk dengan skor telak 15-21, 11-21.

Karono cukup puas dengan permainannya di turnamen ini. Bermain berani dan tak mau kalah menjadi kunci bagi dia. Di setiap game, Karono sering mengambil inisiatif permainan dengan bermain tempo cepat dan menekan lawan.

Termasuk ketika melawan para unggulan. Evaluasi terbesarnya adalah meningkatkan fokus. ’’Harusnya konsentrasi merebut poin per poin dulu di setiap game,’’ ucapnya.

Di sisi lain, ambisi Christian Adinata lolos ke perempat final tidak terwujud. Pada fase grup, pemain peringkat ke-10 nasional itu hanya mampu meraih kemenangan atas Syabda Perkasa Belawa.

Sementara itu, dia takluk dalam dua laga melawan Karono dan Shesar Hiren Rhustavito.

’’Di turnamen ini kan kita awalnya ingin mempraktikkan apa yang sudah dilatih selama latihan. Hasilnya, cukup banyak evaluasi yang harus saya lakukan,’’ jelas Christian tanpa memerinci apa saja yang harus diperbaiki.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : raf/c19/na




Close Ads