alexametrics
Fuzhou China Open 2019

Lolos ke Final Dengan Sangat Ekspresif, Kevin: Kami Cuma Mau Menang!

9 November 2019, 19:58:02 WIB

JawaPos.com-Sebuah smes keras Marcus Fernaldi Gideon tak bisa diterima dengan sempurna oleh Chirag Shetty. Pemain India berusia 22 tahun tersebut melakukan pengembalian tanggung, memukul melintasi pinggang bagian belakangnya.

Kevin Sanjaya Sukamuljo yang sudah menunggu tepat di depan net, langsung menghunjamkan smes luar biasa keras. Satwiksairaj Rankireddy, partner Shetty, bereaksi cukup kocak dengan cara meloncat. Maksudnya menghadang smes Kevin. Tetapi tentu saja, itu adalah usaha yang sia-sia.

Pukulan telak Kevin tersebut menjadi penentu kemenangan ganda putra berjuluk Minions tersebut dengan skor 22-20 di game kedua. Pada game pertama, Marcus/Kevin unggul dengan skor 21-16.

Kemenangan tersebut membuat Marcus/Kevin lolos ke final Fuzhou China Open secara back-to-back. Tahun lalu, mereka juga ke final dan bablas menjadi juara. Itu adalah final kesembilan mereka sepanjang tahun ini (dengan meraih tujuh gelar).

Marcus/Kevin menutup perlawanan Rankireddy/Shetty dalam tempo 40 menit.

’’Pastinya senang kami bisa melaju ke final, tapi masih ada satu pertandingan lagi besok. Hari ini lawan ya seperti biasa mereka punya power yang sangat keras dan mereka juga punya kecepatan,” kata Kevin dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

Partai tersebut merupakan ulangan laga final French Open 2019. Saat itu, Marcus/Kevin meraih juara dan menang straight games dengan skor 21-18, 21-16.

Marcus/Kevin memang tidak mudah mengalahkan Rankireddy/Shetty. Pertarungan berjalan dengan sangat keras. Terutama pada game kedua.

Rankireddy, 19 tahun, dan Shetty, 22 tahun bisa unggul 18-16. Marcus/Kevin sempat menikung dan mencapai match point lebih dulu dengan skor 20-19. Namun, ganda India itu ternyata tak mudah dikalahkan. Anak asuh legenda ganda putra dan ganda campuran Indonesia Flandy Limpele itu berhasil menyamakan kedudukan 20-20.

Dalam situasi tegang, Marcus/Kevin menunjukkan kelasnya sebagai ganda putra nomor satu dunia. Mereka mencetak dua angka secara beruntun dan menutup pertandingan dengan cara yang mantap.

Rankireddy/Shetty sendiri memiliki grafik penampilannya yang meningkat. Mereka sempat menjadi juara Thailand Open (Super 500) dan menembus French Open 2019 (Super 750). Pasangan ranking sembilan dunia tersebut juga berhasil mengalahkan ganda putra elite dunia. Salah satunya Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di French Open 2019.

Dalam perjalanan ke semifinal Fuzhou China Open 2019, Rankireddy/Shetty juga menumbangkan andalan tuan rumah yang juga pasangan ranking tiga dunia, Li Junhui/Liu Yuchen, dalam dua game langsung, 21-19, 21-15. Li/Liu juga mereka sikat pada final Thailand Open 2019.

Walau masih muda, Rankireddy/Shetty adalah ganda putra nomor satu India.

”Progres mereka bagus, banyak perubahan dari tahun lalu ke tahun ini. Dari segi main dan safe-nya, cara nyari-nyari poinnya juga kayak sudah lebih matang sekarang. Kalau dulu kan masih banyak buang poin, gampang mati. Mereka memang pemain bagus, kami main juga nggak gampang, pasti ramai,” kata Marcus.

”Kami cuma mau menang, kan tanggung sudah sampai di semifinal. Tadi itu kami cuma berusaha untuk memberikan yang terbaik saja,” kata Kevin ketika ditanya soal penampilan yang sangat ekspresif.

Pada final, hari ini, Marcus/Kevin akan menghadapi ganda nomor satu Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Pasangan nomor empat dunia itu mengandaskan ganda Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan cukup mudah via kemenangan 21-13, 21-14.

Laga Marcus/Kevin versus Kamura/Sonoda besok adalah pertemuan ke-15 sepanjang karir mereka. Dalam 14 duel sebelumnya, Marcus/Kevin menang 9 kali dan kalah 5 kali. Dalam pertarungan terakhir di Kejuaraan Asia dan Piala Sudirman, Marcus/Kevin selalu meraih kemenangan.

Editor : Ainur Rohman



Close Ads