alexametrics
Fuzhou China Open 2019

Kalah Dari Ganda No 3 Dunia, Praveen Mengaku Tangannya Kurang Kuat

9 November 2019, 07:30:14 WIB

JawaPos.com-Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti gagal melanjutkan episode positifnya. Setelah menjadi juara back-to-back di Denmark Open dan French Open, Praveen/Melati tidak mampu menembus semifinal Fuzhou China Open 2019.

Pada perempat final di Haixia Olympic Sport Center tadi malam (8/11), Praveen/Melati dikalahkan ganda campuran nomor satu Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino.

Banyak melakukan kesalahan sendiri, Praveen/Melati gagal memberikan perlawanan yang baik dan menyerah dengan skor 15-21, 18-21.

Laga berlangsug relatif cepat, hanya 36 menit saja.

Ini merupakan kekalahan pertama Praveen/Melati atas ganda campuran nomor tiga dunia tersebut. Dalam dua pertemuan sebelumnya yakni di Australia Open 2019 dan Malaysia Masters 2018, Praveen/Melati selalu menang.

”Dari awal sampai akhir pertandingan, kami selalu di bawah tekanan lawan. Saat sudah leading di game kedua, kami mau membalikkan keadaan tapi belum bisa,” kata Melati dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

“Yuta/Arisa nggak gampang dimatikan, ditambah lagi bolanya berat. Ada beberapa pukulan yang tadi harusnya mati, tapi mereka bisa mengembalikan,” lanjut Melati.

Permainan Praveen/Melati memang di bawah standar kemarin. Mereka terlihat tidak berani. Tidak nekat. Terlalu berhati-hati. Dan terkesan enggan untuk mengambil alih inisiatif permainan.

Alhasil, Praveen/Melati selalu didikte lawan. Pernah juga mereka memimpin pada game kedua. Misalnya dalam kondisi 14-11 dan 17-15. Namun banjir kesalahan yang dilakukan ganda campuran nomor lima dunia itu membuat mereka gagal mendapatkan momentum kemenangan.

Soal kondisi fisik setelah habis-habisan di Eropa, Praveen mengatakan bahwa itu tidak bisa menjadi alasan.

’’Lawan juga mengikuti turnamen yang sama dengan kami. Tadi memang mereka dapet banget pola mainnya dan susah untuk ditembus. Saya sendiri merasa tenaga tangannya tadi masih kurang kuat,” kata Praveen.

Alhasil, Indonesia hanya mengirim satu wakil ke semifinal Fuzhou China Open 2019. Seperti biasa, ganda putra nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/ Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi penyelamat muka Indonesia.

Kemarin, mereka mengalahkan ganda Jerman Mark Lamsfuss/Marvin Seidel dengan skor 21-14, 21-19.

Editor : Ainur Rohman



Close Ads