alexametrics
Fuzhou China Open 2019

Gagal Tembus Semifinal, Jonatan: Apa Yang Dilatih Tak Bisa Jalan

9 November 2019, 08:02:51 WIB

JawaPos.com-Jonatan Christie gagal melewati pemain Denmark Anders Antonsen pada perempat final Fuzhou China Open 2019.

Jonatan kalah mudah dalam straight games yang berakhir dengan skor 16-21, 11-21 di Haixia Olympic Sport Center kemarin (8/11).

Pada game pertama, Jonatan terus tertinggal dari Antonsen. Pemain nomor satu Denmark dan ranking lima dunia tersebut bermain agresif, konsisten menyerang, dan tak memberikan kesempatan Jonatan untuk berkembang.

Tertinggal jauh 6-14, Jonatan berusaha mengejar dan mendekat hingga 14-17, namun Antonsen menutup game pertama dengan solid.

Pada game kedua, Antonsen juga tak memberikan kesempatan bagi Jonatan untuk mengembangkan permainan. Ketika kondisi 8-8, Antonsen tiba-tiba melesat sampai unggul sangat jauh dengan skor 18-10. Pemain berusia 22 tahun itu memungkasi pertandingan dalam tempo 46 menit.

“Saya merasa underperform banget, benar-benar nggak sesuasi dengan apa yang saya harapkan. Permainan saya tidak bisa keluar, mungkin salah cara pikir. Dari awal bukan saya yang mengejar lawan, tapi saya yang dikejar terus,” kata Jonatan dalam siaran pers PP PBSI.

”Setiap pukulan ragu, satu dua poin nggak berjalan jadi buntu, harusnya saya berpikir lebih keras dan menemukan motivasi dan semangat lebih. Bukannya motivasinya kurang, tapi pada saat stuck, saya harus bisa lebih termotivasi lagi, cari solusi. Ini yang bisa dilakukan pemain-pemain top seperti (Kento) Momota di kondisi seperti ini,” ujar Jonatan.

Dengan kekalahan Jonatan, maka Indonesia hanya mengirim satu wakil pada semifinal Fuzhou China Open 2019. Ganda putra nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo akan bertanding melawan wakil India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.

Itu adalah ulangan final French Open 2019.

”Intinya penyebab utama kekalahan tadi adalah cara pikir. Kalau cara main, sebenarnya saya sudah tahu. Tapi apa yang sudah dipersiapkan di latihan, nggak bisa jalan sama sekali,” imbuh Jonatan.

Hasil ini jelas penurunan. Sebab, pada turnamen terakhirnya yakni French Open, Jonatan bisa menembus final. Tahun ini, pemain 22 tahun itu berhasil menembus empat final dan meraih dua gelar. Yakni di Australia Open dan New Zealand Open. Keduanya adalah turnamen Super 300.

Editor : Ainur Rohman



Close Ads