alexametrics

Pasca Dinaturalisasi, Whitted: Saya Ingin Bawa Emas Untuk Indonesia

8 November 2019, 15:27:08 WIB

JawaPos.com– Upaya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk menaturalisasi pebasket Peyton Alexis Whitted dan pesepak bola Fabiano Beltrame tinggal selangkah lagi. Kemarin (7/11) Komisi X DPR sepakat memberikan rekomendasi kewarganegaraan setelah sehari sebelumnya komisi III juga merespons positif langkah tersebut.

Rapat kerja di Gedung Nusantara I itu dihadiri Menpora Zainudin Amali, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, dan Ketua Umum Perbasi Danny Kosasih. Dalam kesempatan tersebut, mereka memaparkan alasan naturalisasi bagi setiap atlet.

Pengajuan naturalisasi untuk Whitted yang berasal dari Amerika Serikat memang sempat menimbulkan pertanyaan. Sebab, gadis kelahiran Tennessee, 2 Juni 1995, itu baru empat bulan tinggal di Indonesia. Namun, dia memang dibidik untuk memperkuat timnas 3×3 di ajang SEA Games 2019. Setelah itu, Whitted bakal dipindahkan ke timnas basket 5-on-5. ’’Dalam aturan FIBA, setiap tim diizinkan memakai satu pemain naturalisasi dan pemain itu tidak pernah mewakili timnas negara asal,’’ jelas Danny.

Bagi sang pemain, Indonesia terasa seperti rumah sendiri. Whitted sangat menikmati masa-masa adaptasinya dengan lingkungan baru ini. ’’Saya ingin membagi pengalaman saya untuk tim dan membawa pulang emas bagi Indonesia,’’ kata Whitted.

Pertanyaan yang diajukan untuk Beltrame sama. Sebab, masa golden age pemain Persib Bandung tersebut sudah lewat. Saat ini Beltrame sudah berusia 37 tahun. Hampir 14 tahun dia berkarir di liga sepak bola Indonesia.

’’Mungkin ada yang bilang saya kelihatan nggak terlalu muda. Tapi, data membuktikan saya masih ada di top level. Tahun lalu, di Madura United, meski berposisi bek, saya jadi top scorer,’’ ucap Beltrame. Untuk meyakinkan para anggota, Whitted dan Beltrame dites soal pengetahuan mereka tentang Pancasila. Meski dengan terbata-bata, mereka cukup lancar melafalkan ideologi NKRI tersebut. Barulah setelah itu rekomendasi diberikan.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : feb/c14/cak



Close Ads