JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ini Cara Mencari Bibit Potensial di Cabor eSport

08 Januari 2019, 03:30:59 WIB
Esports, Ketua IeSPA, Eddy Lim
Ketua IeSPA, Eddy Lim (Bintang Rahmat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Guna menciptakan iklim yang kompetitif, Ketua IeSPA (Indonesia e-Sport Association), Eddy Lim berencana mengadakan kompetisi IEL (Indonesia eSport League University). Kompetisi ini sekaligus menjadi ajang untuk mencari tim terbaik guna ditarik ke dalam pelatnas.

Eddy mengungkapkan kompetisi ini akan berjalan dari Februari hingga Mei 2019. Namun karena April akan ada pemilihan umum, maka agenda tersebut bakal dihentikan sementara waktu. Nantinya mereka semua akan memperebutkan total uang dalam jumlah yang fantastis, yakni Rp 1 miliar.

"Jadi nanti pelatih nasional tidak hanya akan melatih atlet profesional seperti Eforce saja. Tapi yang regenerasi juga harus dilatih," ungkapnya di bilangan Grogol.

Dengan adanya kompetisi ini, maka jumlah tim otomatis akan bertambah. Nantinya lima tim siap digembleng oleh pelatih di dalam pelatnas.

"Nanti sisanya, tiga hingga empat tim lainnya berasal dari tim pro yang jago-jago. Tetapi satu tim lulusan IEL harus masuk," ungkapnya.

Eddy menambahkan hal itu juga memberikan dampak positif kepada para pemain muda. Pasalnya setelah tim itu mendapat pelatihan, mereka juga dapat membawa ilmu yang dipelajarinya ke universitasnya masing-masing. Dengan begitu atmosfer eSport Indonesia akan semakin berkembang.

Kendati demikian, Eddy menilai tim lulusan IEL tersebut tidak akan ikut dipertandingkan dalam SEA Games 2019. Sebab mereka semua masih tergolong baru dan belum banyak pengalaman berkompetisi di tingkat internasional.

Akan tetapi Eddy mengaku tidak menutup kemungkinan mereka justru dapat menggantikan pemain pro dalam kompetisi itu. "Bisa saja mereka yang wakilin kalau tiba-tiba yang pro ini bebal saat dilatih," tambahnya.

Nantinya kompetisi IEL tersebut akan diikuti oleh 12 Universitas. Eddy mengaku tidak terlalu banyak menggaet banyak universitas karena persyaratan yang terbilang berat.

"Kita perlu persetujuan sampai rektorat, jadi baru 12 yang ready. Dari 12 universitas itu ada 2 top universitas, yakni Universitas Indonesia dan Universitas Gajah Mada. Tadinya ITB sudah mau, tapi mereka butuh waktu untuk memenuhi persyaratannya. Jad ITB disimpan untuk seri selanjutnya," jelasnya.

Berikut daftar universitas yang ikut serta dalam kompetisi IEL:
1. Universitas Ciputra Surabaya
2. Universitas Gajah Mada
3. Universitas Indonesia
4. Universitas Bina Nusantara
5. Universitas Tarumanegara
6. Universitas Trisakti
7. Universitas Maranatha
8. Universitas Multimedia Nusantara
9. Universitas Bunda Mulia
10. Universitas UPN Veteran Jawa Timur
11. Universitas Kristen Petra Surabaya
12. Universitas Dian Nuswantoro.

Editor           : Bagusthira Evan Pratama
Reporter      : Bintang Rahmat

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up