alexametrics
Hylo Open 2021

Evaluasi Keras Pelatih atas Kekalahan No 1 Indonesia di Partai Final

7 November 2021, 23:53:19 WIB

JawaPos.com-Ganda campuran nomor satu Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti kembali gagal berdiri di podium tertinggi BWF World Tour.

Pada final Hylo Open 2021 yang berlangsung di Saarlandhalle, Saarbruecken, Jerman hari ini (7/11), Praveen/Melati dikalahkan ganda unggulan pertama asal Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai. Praveen/Melati tumbang dalam dua game langsung 20-22 dan 14-21.

Ini adalah kekalahan keempat Praveen/Melati atas Dechapol/Sapsiree secara beruntun. Sebelumnya, Praveen/Melati kandas pada ajang Yonex Thailand Open, BWF World Tour Finals 2020, dan Denmark Open 2021.

Kemenangan terakhir Praveen/Melati atas Dechapol/Sapsiree terjadi pada final All England 2020. Itulah gelar terakhir Praveen/Melati sampai saat ini.

Menurut pelatih ganda campuran Indonesia Nova Widianto, dalam pertandingan final ini, Praveen/Melati memang banyak melakukan kesalahan sendiri. Hal itu sangat merugikan karena mereka sudah tampil di final.

“Melati seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, seperti tidak percaya diri. Permainannya seperti bingung sendiri,” begitu analisis keras Nova dikutip dari siaran pers PP PBSI yang juga diterima JawaPos.com.

“Sementara Praveen, tenaga tangannya kelihatan menurun. Selain itu, masih banyak bola-bolanya yang gampang mati sendiri,” imbuh Nova.

Meskipun bisa tampil ke final, Nova mengatakan bahwa performa Praveen/Melati belum maksimal. “Pada game pertama, sebenarnya ada kesempatan Praveen/Melati menang. Tetapi pasangan Thailand memang lebih tenang di poin-poin kritis,” ucap Nova.

Pada game pertama itu, Praveen/Melati sejatinya mendapatkan momentum yang baik. Mereka menyusul dari ketertinggalan 8-14 dan 18-20 untuk bisa menyamakan kedudukan menjadi 20-20. Sayang, dalam kondisi krusial, Praveen/Melati gagal mengambil kesempatan memenangkan game pertama. Mereka malah kehilangan dua angka beruntun.

Sementara itu, pada game kedua, Praveen/Melati terdominasi total terutama setelah interval. Banyaknya kesalahan sendiri, membuat ganda nomor lima dunia itu akhirnya kandas dengan cukup mudah.

Editor : Ainur Rohman

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads