alexametrics

Bob Hasan: Saya Tak Turunkan Zohri ke SEA Games Karena Dia Kelas Dunia

Digantikan Adit Rico dan Adit Rici
7 September 2019, 18:30:09 WIB

JawaPos.com–Sprinter terbaik Indonesia Lalu Muhammad Zohri dipastikan tidak diterjunkan dalam SEA Games Filipina 2019. PB PASI telah merilis daftar nama atlet yang akan dikirim ke event dua tahunan tersebut Selasa lalu (3/9). Tidak ada nama Zohri dalam 31 atlet yang terdaftar.

”Saya tidak akan kirim dia ke SEA Games karena Zohri kelasnya dunia,” kata Ketua Umum PB PASI Bob Hasan. ”Dia harus berangkat 24 September nanti ke Kejuaraan Dunia di Doha. SEA Games kami akan kirim anak-anak muda saja,” tegas dia.

Niat ini sudah pernah dia gaungkan beberapa bulan lalu. Saat itu, Zohri mengaku sedih, dan masih berharap niat Bob berubah. Namun, ternyata keputusan pengusaha 88 tahun itu tidak bisa diganggu gugat. Zohri harus dipersiapkan untuk terjun ke Olimpiade Tokyo 2020. Tiket Olimpiade yang diperolehnya tidak boleh disia-siakan.

Dulu sempat kecewa, namun sekarang Zohri menerima keputusan tersebut. k. ”Nggak (kecewa) sama sekali. Saya siap-siap saja, mau turun atau tidak. Itu semua tergantung Ketua Umum PB PASI,” ucapnya kepada Lombok Post (Jawa Pos Group).

Masalahnya, tanpa Zohri, mampukah nomor 100 meter mempersembahkan emas di SEA Games? Saat ini, Zohri adalah pelari tercepat di Indonesia. Catatan terbaiknya adalah 10,03 detik, yang didapat di Seiko Golden Grand Prix, Osaka, Juni lalu.

Rekor SEA Games jauh di bawah itu. Pada edisi terakhir di Malaysia dua tahun lalu, emas nomor tersebut diraih oleh pelari pelari tuan rumah Khairul Hafiz Jantan. Catatan waktunya cuma 10,38 detik.

Bob menyebut, dirinya tidak ingin nomor sprint Indonesia bergantung pada satu Zohri saja. Dengan mengirim anak-anak muda, dia berharap regenerasi berjalan lebih cepat. Lalu, bagaimana jika tidak mendapat emas? ”Tidak ada target. Yang turun tidak disuruh menang. Kalah juga tidak apa-apa. Kami maunya punya 20 orang seperti Zohri,” ujar Bob lugas.

Untuk menggantikan Zohri, PB PASI telah menyiapkan sprinter kembar Adit Rico Pradana dan Adit Rici Pradana. Mereka baru bergabung di pelatnas pada Juli lalu. Rico merupakan peraih emas di ASEAN School Games 2019. Dia membukukan waktu 10,73 detik. Sedangkan Rici mendapat perunggu dengan torehan waktu 10,92 detik.

Catatan waktu dua pelari asal Blora, Jawa Tengah, tersebut dipertajam pada Kejuaraan Nasional Atletik awal bulan lalu. Rico membukukan waktu 10,56 detik dan naik podium pertama. Sedangkan kembarannya mendapat perak dengan waktu 10,64 detik. ”Kalau diturukan di SEA Games, belum tahu target apa. Catatan waktu saya masih jauh. Ambil pengalaman dulu saja,” ungkap Rico.

Pelatih pelatnas Eni Nuraeni menegaskan, tidak perlu berharap emas jika bukan Zohri yang turun di nomor 100 meter. Walaupun progres si kembar cukup baik, namun peluang medali masih jauh. ”Sayang memang. Kalau yang harus turun anak muda, nggak mungkin target emas. Paling-paling perunggu lah,” kata pelatih terbaik Asia tersebut.

 

Prestasi Sprinter Indonesia pada Nomor 100 Meter di SEA Games

(Dalam Satu Dekade Terakhir)

2017   Tidak Ada

2015   Yaspi Boby, 10,45 detik (perak)

Iswandi, 10,45 detik (perunggu)

2013   Iswandi, 10,57 detik (perak)

2011   Franklin Burumi, 10,37 detik (emas)

2009 Suryo Agung Wibowo, 10,17 detik (emas)

Editor : Ainur Rohman

Reporter : feb/na



Close Ads