alexametrics

Situasi di Ujung Tanduk, Merah Putih Terancam Tak Bisa Berkibar Lagi

7 Mei 2022, 20:41:38 WIB

JawaPos.com-Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari memberi peringatan keras kepada Indonesia Anti-Doping Organization (IADO).

Okto meminta kepada lembaga independen tersebut untuk berlaku serius dalam bekerja. Terutama dalam menaati kode Badan Anti-Doping Dunia (WADA).

Okto, sapaan Raja Sapta Oktohari, mengatakan bahwa IADO kembali berada di ujung tanduk. Sebab, dia menerima surat tembusan dari WADA bahwa IADO mendapat Corrective Action Report (CAR). Ini adalah laporan tindakan korektif yang menyatakan bahwa program IADO masih belum sejalan dengan WADA Code 2021.

Meski WADA resmi membebaskan Indonesia dari jerat sanksi pada Februari lalu, IADO tetap dalam pengawasan ketat WADA. Mereka harus tetap menjalankan tugasnya secara profesional dan compliance alias patuh dengan WADA Code.

“Saat ini, Merah Putih terancam tak bisa berkibar lagi. Jika masalah ini tidak bisa diselesaikan sebelum 23 Juni, Indonesia terancam sanksi dan tidak bisa mengibarkan bendera Merah Putih lagi,” kata Okto dalam siaran pers NOC Indonesia yang juga diterima JawaPos.com.

“Saya sebagai Ketua NOC Indonesia dan juga mantan Ketua Gugus Tugas Pembebasan Sanksi WADA mengimbau keras kepada IADO untuk bisa lebih intensif berkomunikasi. Baik dengan Kemenpora dan lainnya agar situasi kritis ini dapat teratasi,” tegas Okto.

Sebelumnya, IADO – sebelumnya bernama Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) – sempat menerima sanksi tenggat selama satu tahun dari WADA. Hukuman itu dijatuhkan mulai 7 Oktober 2021. Dampaknya, Indonesia tidak boleh mengibarkan Merah Putih pada ajang-ajang internasional. Selain itu, Indonesia dilarang menjadi tuan rumah kejuaraan-kejuaraan level regional hingga dunia.

Saat itu, Oko ditunjuk Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali sebagai Ketua Gugus Tugas Pembebasan Sanksi WADA. Lewat serangkaian perbaikan internal dan diplomasi ke WADA, IADO akhirnya terbebas dari jerat sanksi dalam waktu kurang dari empat bulan.

Sanksi tersebut meninggalkan luka yang dalam bagi dunia olahraga Indonesia. Salah satu yang bikin miris dan kesal adalah, tahun lalu, Merah Putih dilarang berkibar di podium saat tim bulu tangkis putra Indonesia menjadi juara Thomas Cup 2020. Bendera Merah Putih terpaksa digantikan dengan bendera PBSI.

Meski sudah terbebas sanksi, IADO masih dalam tahap pengawasan ketat WADA. Terutama Divisi Compliance Unit yang memang bertanggung jawab melakukan pengawasan kepada Badan Anti-Doping Nasional (NADO) yang ada di seluruh dunia.

“Saya berharap semua pihak dapat memahami situasi kritikal ini. Jangan sampai apa yang sudah dilakukan Gugus Tugas membuat kita kembali dalam posisi sulit dan Indonesia mendapat sanksi lagi,” ucap Okto.

“Imbasnya sangat besar, bukan cuma tidak bisa mengibarkan Merah Putih, tetapi juga tidak bisa menyelenggarakan single dan multi-event olahraga internasional,” tambhanya.

Hal tersebut, tambah Okto harus menjadi perhatian bersama. Terlebih, Indonesia tengah bersiap menjadi tuan rumah ASEAN Para Games 2022 pada 23 sampai 30 Juli.

“WADA juga berencana datang ke Indonesia. Jadi saya berharap agar situasi kritis ini bisa diatasi, sehingga kita tidak mendapat sanksi,” tegas Okto.

Editor : Ainur Rohman

Saksikan video menarik berikut ini: