alexametrics
Agung Firman Sampurna Terpilih Aklamasi

Jadi Ketum PBSI, Agung: Teman-Teman Sudah Tahu Performance Saya di BPK

6 November 2020, 18:46:23 WIB

JawaPos.com-Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Agung Firman Sampurna resmi menjadi Ketua Umum PP PBSI 2020-2024. Agung terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional PP PBSI 2020 yang berlangsung di JHL Solitaire Gading Serpong, Tangerang hari ini (6/11).

“Saya punya komitmen besar (di PP PBSI),” kata Agung dalam konferensi pers virtual yang berlangsung setelah Munas.

“Soal performance, teman-teman sudah tahu bagaimana bagaimana performance saya sebagai Ketua BPK. Sekarang, teman-temen harus tahu bagaimana performance saya sebagai Ketua PBSI,” imbuhnya disusul tepuk tangan dari para peserta Munas.

Sebelum acara puncak pencapaian visi dan misi calon ketua umum PP PBSI, tim penjaringan melaporkan hasil verifikasi soal siapa sosok yang lolos sebagai calon Ketum PP PBSI 2020-2024.

Verifikasi ini adalah pemeriksaan berkas persyaratan bakal calon ketua umum PP PBSI telah telah diserahkan ke meja panitia pemilihan pada 27 sampai 30 Oktober 2020.

Dalam siaran pers PP PBSI, ketua tim penjaringan Edi Sukarno menjelaskan bahwa ada dua bakal calon yang telah mendaftarkan diri. Selain Agung ada juga Ketua Pengurus Provinsi Banten Ari Wibowo.

Kedua bakal calon telah menyerahkan persyaratan yang ditentukan. Termasuk yang terpenting adalah surat dukungan pengprov. Agung menyerahkan total 29 surat dukungan. Yakni dari Pengprov PBSI Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Riau, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Selain itu ada juga dari Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimatan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Berdasarkan hasil verifikasi, ada enam surat dukungan dari Agung yang tidak sah. Itu datang dari Nusa Tenggara Barat, Banten, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Jambi, dan Maluku Utara.

Dengan demikian, dari total 29 surat dukungan yang masuk, ada 23 surat dukungan yang dinyatakan sah.

Di sisi lain, Ari gagal maju sebagai calon ketum. Sebab dari 10 surat yang menjadi syarat dukungan minimal, hanya lima yang sah. Yakni dari pengprov PP PBSI Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, DI Aceh, dan Nusa Tenggara Barat.

Dengan begitu, Agung maju sebagai calon tunggal ketum dan terpilih secara aklamasi. Terkait kesibukannya sebagai Ketua BPK RI, Agung yakin bisa mengatur waktu untuk memimpin PP PBSI.

“Kesibukan memang tinggi, tapi teknologi virtual bisa menjembatani. Saat ini, teknologi virtual menjadi solusi dalam mengatur pola manajemen organisasi,” kata Agung.

Setelah ini PP PBSI akan membentuk kepengurusan baru. Ada lima orang formatur yang akan menyeleksi nama-nama. Selain Agung yang menjadi ketua formatur, di sana juga ada Manuel HV Pangkong (Papua Barat), Eduart Wolok (Gorontalo), Alex Tirta (DKI Jakarta), dan Edi Sukarno (Riau).

Tim formatur memiliki waktu 30 hari untuk menyusun, mewujudkan, dan meresmikan kepengurusan baru.

Salah satu hal mendasar yang akan dilakukan Agung dalam kepengurusan PP PBSI yang baru adalah membenahi tata kelola keuangan.

“Tentang pengelolaan keuangan akan dikelola secara transparan, dikumpulkan sponsor-sponsor terbesar, dan akan dirumuskan bersama siapa yang akan menjadi auditor dari kantor akuntan publik yang ditunjuk. Tujuannya adalah untuk memeriksa keuangan PBSI dan hasilnya akan diumumkan ke publik,” kata Agung.

“Jadi publik dapat mengetahui berapa besar dana yang dikelola PBSI selama satu tahun. Juga bagaimana kualitas pengelolaannya dan digunakan untuk apa saja,” tambahnya.

Nama Agung sebelumnya tidak pernah terdengar di kancah bulu tangkis atau olahraga nasional. Tetapi dia mengatakan punya pengalaman sebagai pengurus Pengprov PP PBSI Sumatera Selatan.

Agung adalah Ketum PP PBSI ketiga yang berlatar belakang sipil sejak 1985. Dua lainnya adalah Chairul Tanjung (2001-2004) dan Gita Wirjawan (2012-2016). Sebelumnya, mayoritas ketum induk olahraga bulu tangkis nasional tersebut memiliki background militer.

Editor : Ainur Rohman


Close Ads