alexametrics
SEA Games 2019

Singkirkan Unggulan 4, Tunggal Indonesia No 37 Dunia Tembus 8 Besar

5 Desember 2019, 19:17:57 WIB

JawaPos.com-Ruselli Hartawan sejatinya tidak masuk dalam proyeksi PP PBSI untuk bermain pada nomor perorangan SEA Games 2019. Slot tunggal putri awalnya menjadi jatah Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani.

Secara ranking dunia, Gregoria dan Fitriani (no 24 dan 28), lebih baik ketimbang Ruselli yang menempati posisi 37 dunia.

Namun, Fitriani mengalami cedera engkel. Selain itu, penampilan pemain 20 tahun itu sangat buruk. Dalam nomor beregu, Fitriani kalah tiga kali dalam tiga pertandingan.

Masing-masing dari pemain Vietnam, Singapura, dan Thailand.

Oleh karena itulah, Ruselli akhirnya masuk. Hasilnya untuk sementara sangat menjanjikan. Pada babak pertama di Muntinlupa Sports Complex, Metro Manila, hari ini (5/12), Ruselli mengalahkan tunggal putri nomor satu Singapura Yeo Jia Min.

Ruselli menang dalam rubber game yang berakhir 21-16, 22-24, dan 19-9.

Yeo akhirnya mundur dari pertandingan karena mengalami sakit pada lututnya di game ketiga. Kemenangan ini sangat memuaskan. Sebab, secara peringkat dunia, Ruselli berada di bawah Yeo (37 dunia dibandingkan 25 dunia).

Game pertama sudah megang, karena di pertemuan terakhir saya juga menang dari dia. Di game kedua nggak tahu kenapa setelah unggul jadi pengen buru-buru matiin lawan. Berapa kali bola nanggung malah nyangkut, terus pengamatannya juga kurang akurat,” kata Ruselli dalam siaran pers yang diterima Jawa Pos dari PP PBSI.

”Di game ketiga, dari awal dia kayak sudah nggak enak. Tapi saya nggak mau fokus ke dia, takutnya malah saya yang tertekan sama keadaan. Jadi saya konsentrasi sama permainan saya saja,” imbuh pemain berusia 21 tahun itu.

Walau rankingnya lebih rendah, namun catatan pertemuan Ruselli melawan Yeo sangat positif. Dalam empat duel terakhir, dia unggul 3-1. Terakhir, pada babak pertama Singapore Open 2019, Ruselli mengalahkan Yeo dengan skor 21-18, 17-21, 21-15.

Selanjutnya, pada perempat final, Ruselli akan melawan tunggal Myanmar Thet Htar Thuzar. Secara mengejutkan, Thet Htar mengalahkan pemain nomor 32 dunia asal Malaysia Soniia Cheah dengan skor 18-21, 21-15, 12-5.

Pada pertengahan game ketiga, walau sedang unggul jauh, Cheah memutuskan mundur karena mengalami kesakitan di bagian belakang badannya.

Ruselli mengaku senang bisa melaju ke babak delapan besar. Dia juga tak menyangka akhirnya bisa turun di nomor perorangan. Ruselli awalnya hanya bermain di nomor beregu putri.

”Saya di awal tidak dipersiapkan buat main di perorangan. Tapi setelah beregu, saya sempat disuruh siap-siap menggantikan Gregoria pas dia sakit. Terus ternyata nggak jadi, dia tetap main. Akhirnya saya disuruh menggantikan Fitriani. Tentunya saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini,” ungkap atlet asal PB Jaya Raya Jakarta ini.

”Sudah sampai di sini, saya berharap bisa menyumbangkan medali, apapun itu,” imbuhnya.

Gregoria Mariska Tunjung melawan kesakitan pada kakinya pada babak pertama tunggal putri SEA Games 2019. Untung dia bisa lolos ke perempat final. (Nafielah Mahmudah/PP PBSI)

Pada pertandingan lain, tunggal putri nomor satu Indonesia Gregoria Mariska Tunjung juga lolos ke perempat final. Dia menyingkirkan Vu Thi Trang asal Vietnam. Namun, Jorji– panggilannya—tidak mudah mengalahkan Vu.

Dia dipaksa bermain dalam tiga game yang berakhir 21-14, 10-21, dan 21-13.

”Jujur dari persiapan tadi, saya nggak memikirkan menang kalah, karena memang masih ada sedikit problem (di kaki). Jadi ya kuatkan hatinya saja buat mencoba terus di lapangan. Puji Tuhan tadi saya bisa melewatinya,” kata Gregoria dalam siaran pers PP PBSI.

”Di game kedua saya sempat hilang mainnya juga, bingung harus apa, karena dia menjauh-jauhkan bola. Tapi pada game ketiga saya bisa njagain bola-bolanya dia,” tambahnya.

Berbicara tentang target, Gregoria berharap bisa mendapat medali dari perorangan. Pada nomor beregu, dia membantu Merah Putih mendulang perak.

Pada SEA Games 2017 di Malaysia, Gregoria meraih perunggu.

Di babak final beregu putri, Selasa (3/12), Gregoria terjatuh di poin terakhir saat berhadapan dengan andalan Thailand Ratchanok Intanon. Kondisi tersebut membuatnya tak leluasa untuk bergerak di lapangan.

”Kondisi kaki pastinya masih ada kerasa. Karena keplesetnya kan baru kemarin, jadi masih ada yang kayak kencang rasanya. Jadi memang harus pakai pengaman dulu sementara,” tambah atlet PB Mutiara Cardinal, Bandung tersebut.

Pada perempat final, Gregoria akan berhadapan dengan Kisona Selvaduray asal Malaysia. Berada di seeded ketiga, Gregoria memang lebih diunggulkan.

Editor : Ainur Rohman


Close Ads