alexametrics
SEA Games 2019

Kaki Lecet, Sempat Mendapatkan Perawatan, Untung Bisa Main di Individu

5 Desember 2019, 07:40:35 WIB

JawaPos.com-Indonesia memang tidak memasang target tinggi di bulu tangkis beregu putri. Karena itu, ketika Gregoria Mariska Tunjung dkk takluk 1-3 kepada Thailand di final kemarin, tidak ada rasa kecewa yang berlebihan.

Pihak PP PBSI menyebut hasil kemarin sudah sesuai dengan target. ’’Kami tahu di susunan pemain Thailand ada (Ratchanok) Intanon, kami realistis,’’ kata Eddy Prayitno, manajer tim bulu tangkis Indonesia.

Dan memang, Intanon bermain luar biasa. Tampil di partai pertama, dia menghajar Gregoria tanpa ampun. Hanya terpeleset di game kedua, ketika posisinya kalah angin. Namun, pada game terakhir, dia tancap gas lagi. Tidak memberikan kesempatan buat Gregoria untuk mengembangkan permainan seperti game sebelumnya.

Intanon menang 21-13, 12-21, 21-14.

’’Saya lihat Gregoria mainnya sudah normal dan benar, tapi masih terlalu hati-hati,’’ ulas pelatih tunggal putri pelatnas Rionny Mainaky. ’’Cuma memang lawannya lebih berpengalaman. Lawan ubah pola sedikit, Gregoria kurang siap. Lawan Ratchanok ini harus fokus. Dan kalau lawan bisa baca pola, harus langsung diantisipasi,’’ papar dia.

Mendekati akhir game ketiga, Gregoria sempat mendapat perawatan medis. Kakinya lecet. Nah, pada akhir laga, dia malah salah jatuh hingga hamstring-nya nyeri. Dia harus ditandu dorong ke luar lapangan.

Namun untung saja, Gregoria dipastikan bisa turun di nomor perorangan mulai hari ini (5/12). Yang justru keluar dari skuad adalah Fitriani. Dia digantikan Ruselli Hartawan. ’’Tadi cuma salah gerak karena lapangan licin,’’ ucap Jorji, panggilannya.

Dia bersyukur tim beregu Indonesia bisa lebih baik ketimbang dua tahun lalu di Malaysia. ’’SEA Games 2017 kami cuma dapat perunggu,’’ tutur pemain 20 tahun itu.

Seperti diprediksi juga, Fitriani gagal mengatasi tunggal kedua Thailand Busanan Ongbamrungphan. Dia kalah supertelak 8-21, 10-21. Sementara itu, ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani/Apriyani Rahayu mampu mencuri angka setelah mengatasi Rawinda Prajongjai/Puttita Supajirakul 21-17, 21-18.

Prediksi yang agak meleset adalah ganda kedua. PBSI berharap pasangan belia Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto mampu mencuri angka sehingga bisa memaksakan partai kelima. Sayang, mereka kalah 8-21, 17-21 oleh Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong.

Kematangan menjadi faktor yang menentukan kemarin.

’’Mereka (lawan, Red) lebih berpengalaman, sedangkan SEA Games kali ini adalah yang pertama buat kami,’’ sebut Ribka.

Ketenangan dalam eksekusi shuttlecock di depan net menjadi masalah utama Fadia/Ribka kemarin.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : Nuris Andi Prastiyo, Dipta Wahyu, dan Tyasefania Febriani dari Manila, Filipina



Close Ads