alexametrics
SEA Games 2019

Emas Yang Berbuah Poin Kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo

5 Desember 2019, 07:30:50 WIB

JawaPos.com-Lifter Deni mematahkan keraguan banyak orang. Setelah gagal berprestasi di Kejuaraan Dunia 2019 dan kejuaraan Asia, dia tidak ditargetkan merebut emas di SEA Games 2019.

Padahal, Deni adalah kolektor emas SEA Games 2013 dan 2017 saat masih turun di kelas 69 kg. Di Ninoy Aquino Stadium (3/12), dia mampu mempertahankan emasnya.

’’Tujuan saya ke sini (SEA Games, Red) tidak terlalu fokus ke emas. Karena ini kualifikasi untuk Olimpiade 2020, jadi angkatan saya harus lebih baik dari sebelumnya di kejuaraan dunia,’’ tutur Deni setelah pengalungan medali.

SEA Games memang termasuk kualifikasi regional dengan level silver. Jadi, poinnya cukup tinggi. ’’Di sana angkatan total saya 312 kg,’’ imbuh lifter 30 tahun itu.

Deni membukukan angkatan total 315 kg. Penampilannya mulus. Tiga kali percobaan snatch, dia tidak pernah gagal hingga angkatan terakhir 143 kg. Dia hanya gagal ketika mencoba mengangkat clean and jerk terakhir seberat 175 kg. Dia terhenti di angka 172 kg.

Namun, sepanjang kontes dia tampak santai. Jika tidak sedang tampil, dia mengenakan kacamata sport. Sebelum mengangkat, biasanya lifter kelahiran Bogor itu berdoa, lalu tersenyum. Rileks sekali. ’’Semoga saja berbuah poin di kualifikasi Olimpiade,’’ tuturnya.

Saat ini Deni berada di urutan ke-20 dalam klasemen kualifikasi Olimpiade 2020. Dia harus bekerja keras karena hanya delapan lifter terbaik yang lolos ke Tokyo. Perjalanannya untuk meraih kuota dipastikan berat. Sebulan terakhir, dia mengalami cedera lutut. ’’Tadi agak berasa waktu angkat 175 kilogram. Saya tidak mau memaksakan lagi,’’ katanya.

Total, dari cabang olahraga angkat besi, Indonesia sukses mendulang empat emas.

Sementara itu, satu emas dari pencak silat nomor seni disumbangkan Puspa Arum Sari. Dia berhasil mendobrak dominasi tuan rumah dengan meraih poin tertinggi 467. Wakil Filipina Mary Francine Padios mendapat poin 454. ’’Ya, memang menang karena penampilannya paling bagus. Jauh di atas lawan-lawannya,’’ ucap Indro Catur, pelatih kepala pencak silat.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : Nuris Andi Prastiyo, Dipta Wahyu, dan Tyasefania Febriani dari Manila, Filipina



Close Ads