alexametrics
Wawancara Dengan Pelatih Senam Indra Sibarani

Pak Indra Minta Maaf ya Nak, Pak Indra Salah…

4 Desember 2019, 17:00:23 WIB

JawaPos.com-Di tengah ribut-ribut isu pencoretan atlet muda Shalfa Avrila Sania yang merebak di Indonesia, timnas senam tetap mampu mencatatkan prestasi. Kemarin (4/12) pesenam artistik Rifda Irfanaluthfi sukses merebut emas dari nomor vault. Itu berarti, hingga hari ketiga, cabor ketangkasan tersebut sudah merenggut 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu di SEA Games 2019. Berikut tanggapan Indra Sibarani, pelatih timnas senam dan pelatih kepala senam Jawa Timur kepada wartawan Jawa Pos Tyasefania Febriani tentang kontroversi yang menimpa timnya.

Apa kunci sukses Rifda sehingga bisa raih emas?

Latihan, latihan, latihan.

Berapa target medali yang dibankan kepada timnas senam?

Itu tanya manajer saja, hahaha….

Sejauh ini, semuanya sudah berjalan sesuai dengan harapan?

Harapan saya tadi di nomor still rings bisa emas. Kekurangan kita tadi ketika melakukan gerakan kurang stuck. Jadinya banyak nilai yang dikurangi 0,1 poin. Kalau tidak, pasti bisa emas.

Ada peluang menambah emas?

Doain, ya. Kami masih punya satu final di pole table. Insya Allah, karena lomba, cari paling perfect (Indonesia hari ini menambah emas lewat Agus Prayoko pada nomor vault, Red).

Tim Indonesia berpretasi di tengah kontroversi yang melibatkan mantan atlet pelatnas, SH. Bagaimana menanggapinya?

Kami anggap itu sebagai cobaan dan kami terima. Kalau ada miss di lapangan, lalu timbul permasalahan, pasti kami perbaiki. Kalau mengganggu sih, saya rasa tidak. Sebab, tekad kami sudah bulat, harus berjuang maksimal di sini. Permasalahan yang ada kami tampung dulu.

Anda mendengar bahwa polemiknya semakin panas di Indonesia?

Saya sedikit banyak tahu. Kemarin habis dari gubernur juga (SH bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Red). Ya sudah. Intinya, kami nanti pulang ketemu dengan si atlet karena sebenarnya itu atlet kami. Ketika kami mengirim atlet untuk Indonesia, kami tidak memikirkan bahwasanya dia berasal dari mana. Dia dari Jawa Timur. Prestasi kurang baik. Jadinya tidak disertakan ke sini

Ada dampak untuk tim?

Nggak ada, tuh. Normal saja.

Setelah kasus ini, apakah para atlet Indonesia di SEA Games dilarang memantau sosial media?

Nggak. Mereka malah tertawa-tawa bacanya. Anak-anak tahu persis kejadiannya seperti apa.

Nama Anda terseret dan ikut di-bully oleh netizen.

Saya diam saja. Dalam hati saya, itu mereka tidak tahu. Jadi, ya kami sabar saja. Mereka tidak tahu permasalahan di sini. Mereka hanya melihat sekilas. Netizen itu lebih suka negatif. Padahal, soal positifnya lebih banyak.

Apa yang Anda lakukan agar situasi di tim tetap kondusif?

Anak-anak sudah kebal. Yang gitu-gitu sudah tahu. Nggak ada pengaruh apa-apa. Buktinya, anak-anak sudah tampil maksimal.

SH tercoret dari skuad SEA Games 2019. Statusnya sebagai atlet puslatda bagaimana?

Masih. Saya sebagai pelatih kepala Jawa Timur masih memasukkan dia sebagai atlet puslatda.

Tapi, kabarnya SH trauma dan tidak mau lagi latihan senam?

Itu di luar kami. Saya pikir eman kalau keluar karena masih bisa dibenahi. Masih bisa diperbaiki. Bagi saya, ini cuma miskomunikasi.

Jika bertemu dengan SH, apa yang akan Anda sampaikan?

Ya ketemu saja, lalu bilang, ’Pak Indra minta maaf ya, Nak. Pak Indra salah’. Kan maunya itu. Karena saya pelatih kepala di sana, makanya itu tanggung jawab saya.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : Tyasefania Febriani dari Manila, Filipina


Close Ads