alexametrics
Porprov Jawa Timur VII/2022

Dhimas Aniz, Orang Pertama Juara Porprov sebagai Pemain dan Pelatih

4 Juli 2022, 20:25:48 WIB

JawaPos.com-Dhimas Aniz Setiaputra menjadi satu dari sedikit sosok istimewa di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur. Dia adalah orang pertama yang bisa meraih medali emas basket porprov. Baik ketika menjadi pemain maupun pelatih.

—-Rizka Perdana Putra, Jember—-

Ingatan Dhimas menerawang pada kenangan sebelas tahun silam. Ketika itu Dimas masih berstatus pemain basket Kota Surabaya di porprov.

Di laga final basket, Kota Surabaya bertemu Kota Malang. Dimas ingat betul. Saat itu Kota Surabaya berada dalam posisi tidak diunggulkan. Maklum, di babak penyisihan Kota Surabaya sempat kalah. Selisihnya tidak main-main. ”Kami kalah 30 poin. Tragis,” ujar Dhimas kepada Jawa Pos.

Meski begitu, Dhimas tak ingin kalah sebelum bertanding. Apalagi, sebagai kapten, dia punya tanggung jawab memimpin rekan-rekannya.

Nah, spirit revans benar-benar diperlihatkan Dhimas dkk kala itu. Kota Surabaya mampu memberikan perlawanan sengit di final. Mereka memaksa Kota Malang bertanding sampai overtime.

Mental Dhimas dkk terus diuji saat itu. Saat babak overtime menyisakan hitungan detik, Kota Surabaya tertinggal 61-62.

Untung, tembakan dua poin di detik akhir mengantarkan tim basket Kota Surabaya meraih medali emas pertamanya di ajang Porprov Jatim. ”Kami sampai overtime, menang dramatis,” lanjut Dhimas bangga.

Memori laga final porprov melawan Kota Malang terulang Rabu (29/6) lalu. Tapi, Dhimas tak lagi jadi bintang di tengah lapangan. Dia kini bertindak sebagai pemberi instruksi dari pinggir lapangan. Tak ada lagi drama overtime. Tim basket putra Kota Surabaya yang dia tangani menang dengan skor meyakinkan 70-42.

Gelar juara yang tampak cukup mudah. Tapi, di balik itu, Dhimas mengaku menanggung beban cukup berat. ”Nggak gampang memegang Kota Surabaya. Karena targetnya juara. Terus tanggung jawab besar juga sama anak-anak,” ungkapnya.

Akan tetapi, menjadi pelatih seolah sudah menjadi jalan hidup pria 29 tahun tersebut. Sempat nyaris bergabung dengan salah satu klub basket profesional, karier Dhimas justru berlanjut sebagai pelatih.

”Kuliah sempat main di lima (liga mahasiswa). Sempat mau pro di Pelita Jaya. Cuma, karena aku kuliah di Unair semester VII, jadi belum bisa transfer pindah ke Jakarta. Jadi tetap di Unair, belum bisa main di pro. Maka dari itu, aku memutuskan buat ngelatih,” jelasnya.

Karier Dhimas di kepelatihan berjalan pelan tapi pasti. Sejak kuliah, dia mulai menangani tim basket putri SMAN 2 Surabaya. Lalu ditunjuk melatih tim putra sampai sekarang.

Kiprahnya bersama tim basket SMAN 2 membuat Dhimas terpilih sebagai pelatih DBL-All Star musim 2019. Di tahun yang sama, sosok yang baru mengenal basket ketika SMP itu ditunjuk sebagai asisten pelatih tim basket Kota Surabaya yang tampil di ajang Porprov VI.

Step-by-step. Tiga tahun lalu Kota Surabaya juara juga di Gresik, tapi saya asisten. Sekarang saya naik jadi head coach. Alhamdulillah, level naiknya pelan-pelan,” ucapnya.

Kini, setelah meraih medali emas sebagai pelatih Kota Surabaya, Dhimas masih punya ambisi. Yaitu mempertahankan gelar yang sudah diraih. ”Kalau ada kesempatan melatih Surabaya lagi di Porprov Sidoarjo dan Jawa Timur di PON, saya siap. Itu saja sih,” harapnya.

Editor : Ainur Rohman

Saksikan video menarik berikut ini: