alexametrics

Ditawari Tuan Rumah Kejuaraan Asia Pengganti Wuhan, Indonesia Ogah

4 Februari 2020, 11:30:32 WIB

JawaPos.com – Penyelenggaraan Badminton Asia Championships (BAC atau Kejuaraan Asia) 2020 masih diliputi tanda tanya.

Kejuaraan yang dijadwalkan diadakan di Wuhan, Tiongkok, pada 21–26 April itu dipindah karena wabah virus korona. Beredar kabar bahwa Indonesia, Filipina, atau Jepang, bahkan Vietnam menjadi lokasi pengganti.

Saat dikonfirmasi mengenai hal itu, Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto mengakui bahwa pihaknya pernah ditawari untuk menjadi tuan rumah.

Namun, dia menolak.

’’Kalau jadi tuan rumah, itu tidak benar. Memang ada kemungkinan. Ditawari, tapi secara informal. Tetapi, kami tidak mau,’’ papar Budi saat dihubungi kemarin. ’’Orang dari BWF menanyakan kepada saya, saya bilang saat ini tidak bisa,’’ lanjutnya.

Banyak yang jadi pertimbangan saat memutuskan menolak tawaran tersebut. Indonesia memang sudah berpengalaman mengadakan event bulu tangkis internasional. Namun, waktunya saat ini terlalu mepet. Selain itu, masalah dana menjadi sumber keberatan. ’’Tidak ada yang gratisan,’’ ungkap Budi.

Dia menjelaskan, menjadi tuan rumah event sebesar Kejuaraan Asia membutuhkan biaya minimal Rp 8 miliar sampai Rp 9 miliar. Kalau sama sekali tidak mendapatkan sponsor, PBSI harus merogoh kocek hingga Rp 10 miliar.

Budi menambahkan, untuk menjadi tuan rumah, lazimnya sebuah negara yang mengajukan diri. Sistemnya tidak ditunjuk. Jadi, dipastikan tidak ada bantuan dana dari BWF. ’’Sementara ini tawaran resmi (untuk menggantikan Wuhan) belum ada. Ini baru penjajakan, ya,’’ tambahnya.

Di sisi lain, Kabid Binpres PBSI Susy Susanti tidak mempermasalahkan di mana pun lokasi BAC 2020. Asal jangan sampai dibatalkan. Bagi dia, yang terpenting adalah pemain bisa tetap menjalankan program. Terlebih, Kejuaraan Asia 2020 menjadi event terakhir kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo.

’’Yang penting para pemain aman. Karena itu (virus korona, Red) bahaya sekali. Kami tetap harus mengutamakan keselamatan,’’ papar Susy. ’’Kalau jadinya digelar di Indonesia, ya malah bagus. Tapi, sebenarnya di mana pun sama saja, yang penting selamat,’’ lanjutnya.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : gil/c15/na



Close Ads