alexametrics
Ngobrol dengan Lifter Windy Cantika Aisah

Sebelum ke SEA Games 2019, Mobil Windy Ditabrak, Dia Hampir Meninggal

3 Desember 2019, 20:29:05 WIB

JawaPos.com-Windy Cantika Aisah tampil luar biasa gila kemarin (2/12). Lifter yang turun di kelas 49 kg itu tidak hanya meraih emas, tetapi juga memecahkan tiga rekor dunia remaja sekaligus! Dia membukukan total angkatan 190 kg. Perinciannya, 86 kg snatch dan 104 clean and jerk. Kerennya lagi, tiga rekor itu diciptakan dengan mempertajam rekor atas namanya sendiri. Yakni, snatch 84 kg, clean and jerk 102 kg, dan total 186 kg. Setelah pengalungan medali, gadis 17 tahun itu menceritakan kejadian di balik kesuksesannya kepada Jawa Pos.

Selamat, Windy berhasil meraih emas di SEA Games pertama…

Terima kasih, terutama buat Allah. Ini semua dari Allah. Kedua, Windy kasih medali ini buat bapak, karena bapak hari ini dioperasi. Buat mama juga, pelatih, dan Indonesia.

Bapak sakit apa?

Di hidungnya ada benjolan dan itu kena tulang hidung. Jadinya bengkok. Makanya harus dioperasi. Memang, sebelumnya bapak juga punya penyakit jantung. Operasinya di RSPAD Gatot Subroto.

Windy Cantika Aisah berteriak kegirangan setelah memastikan mendulang emas SEA Games 2019. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

Kapan komunikasi terakhir sama bapak dan ibu?

Kemarin malam sekitar pukul 20.00 (waktu Filipina, Red). Windy sengaja hari ini nggak pegang HP, dan siap untuk pertandingan. Dari semalam sudah pamit sama keluarga dan orang tua.

Gimana rasanya tanding di sini?

Deg-degan pastinya. Cuma kan tergantung kita masing-masing beresinnya gimana. Sama, sebelum ini, Windy banyak alamin hal yang nggak enak. Kayak mobil ditabrak sampai hancur.

Kapan itu?

Waktu baru pulang dari Thailand (Kejuaraan Dunia 2019 di Pattaya, September lalu). Itu kan Windy pulang ke rumah (Bandung). Naik mobil, bannya bocor. Terus, ditabrak dari belakang. Windy hampir meninggal di situ. Makanya, sebelum ini, banyak hal yang Windy lalui. Hari ini pun pas banget, jam 8 pagi ini bapak dioperasi.

Apa pesan bapak sebelum tanding?

Katanya, tenang saja. Ada yang jagain bapak. Semangat terus dan kasih yang terbaik buat bapak.

Kondisi bapak sempat mengganggu pikiran?

Kepikiran sempat ya. Kemarin itu kayak ada perasaan sedih, cuma ditahan. Masa anaknya nggak nengokin pas bapaknya dioperasi.

Semalam tidur nyenyak?

Alhamdulillah. Bisa tidur, cuma agak telat. Biasanya pukul 21.00 sudah tidur, tapi kemarin baru bisa merem sekitar pukul 23.00.

Tidak cuma mendapatkan emas SEA Games 2019, Windy Cantika Aisah juga memecahkan tiga rekor dunia junior. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

Kamu berhasil pecahin tiga rekor dunia remaja sekaligus. Sejak awal sudah target?

Kalau dari pelatih, memang ditargetin. Urusan strategi di lapangan itu diatur pelatih. Windy mah tinggal ngangkat. Kalau feeling bakal bisa sih belum, tapi memang dari Indonesia sudah ditargetin.

Hasil ini jadi motivasi karir kamu ke depan?

Kalau dari Windy, tiap pertandingan harus potensi naik. Diharuskan sama pelatih juga, karena buat ngejar kuota Olimpiade Tokyo 2020.

Setelah ini, apa rencana kamu?

Persiapan cari tiket ke Olimpiade tahun depan. Masalah seberapa besar peluang lolos, kurang tahu. Windy nggak seberapa hitung, biar pelatih aja. Cuma, terakhir pas hitungan setelah dari Korea Utara (Kejuaraan Asia 2019), jadi posisi kesembilan. Kalau dikurangi dua lifter dari Tiongkok, jadi posisi ketujuh. Banyak-banyak berdoa saja semoga dilolosin.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : Tyasefania Febrianti dari Manila, Filipina



Close Ads