alexametrics
SEA Games 2019

Pemerintah Enggan Kirim Atlet, Jauhari Meyakinkan, Hasilnya Dapat Emas

3 Desember 2019, 21:29:14 WIB

JawaPos.com– Awal November 2019, Jauhari Johan dan tiga triatlet Indonesia belum mendapatkan kepastian apakah mereka bisa berangkat ke SEA Games 2019. Mereka tidak mendapatkan program pelatnas. Artinya, latihannya tidak dibiayai pemerintah.

Sebab, pada awalnya, KOI dan Kemenpora memang tidak ingin mengirimkan atlet buat cabor tersebut.

’’Kami meyakinkan pemerintah untuk mengirim atlet,’’ kata Jauhari, triatlet senior Indonesia, kepada Jawa Pos.

Saat itu, KOI dan Kemenpora kompak menerapkan syarat yang cukup berat jika ingin diberangkatkan. Yakni, mereka harus membawa pulang medali emas. JJ –sapaan Jauhari– mengaku makin terpacu oleh tantangan itu.

Sejak hari pertama (1/12), Muhammad Ahlul Firman dan Nethavani Octaria sudah merebut perunggu. Kemarin giliran JJ yang membuat Indonesia Raya berkumandang. Dia merebut emas di nomor duatlon. Dalam lomba di Subic Bay Freeport Zone kemarin, JJ finis dengan waktu 1 jam 52 menit 51 detik. ’’Ini menjadi pembuktian kami atas kesempatan yang diberikan pemerintah, ’’ tutur JJ.

Setelah berjuang di nomor duatlon, sore harinya dia bersama Firman, Nethavani, dan Eva Desiana turun di nomor mixed relay triatlon. Hasilnya, mereka masih bisa merebut perunggu. ’’Jadwalnya ini sudah tiga kali berganti. Kalau misalnya duatlon dan mixed team relay beda hari, kami bisa bersaing, minimal untuk dapat perak,’’ terangnya.

Di sisi lain, pundi-pundi emas juga bertambah dari cabor menembak. Rio Tjabu dan Tirano Baja mempersembahkan dua emas dari nomor WA1500 precision pistol contest dan light varmint air rifle. ’’Ini merupakan SEA Games sekaligus medali emas pertama buat saya,’’ ungkap Tirano.

Tim menembak Indonesia menambah satu emas lagi dari cabang olahraga menembak lewat Vidya Toyyiba dari nomor 10 m air rifle putri.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : Nuris Andi Prasetyo, Tyasefania Febrianti, Dipta Wahyu dari Filipina



Close Ads