alexametrics
SEA Games 2019

Anthony Ginting Dkk Menatap Mantap Menuju Emas Keenam Secara Beruntun

3 Desember 2019, 07:31:49 WIB

JawaPos.com-Seperti yang sudah diprediksi, Indonesia melaju ke final turnamen beregu putra SEA Games 2019. Pada semifinal di Muntinlupa Sports Complex, Metro Manila kemarin (2/12), Jonatan Christie dkk menyingkirkan Thailand dengan skor mantap 3-0.

Anthony Sinisuka Ginting menjadi penentu kemenangan Indonesia. Turun pada partai ketiga, Ginting menekuk tunggal Thailand Sitthikom Thammasin dalam dua game langsung yang berakhir 21-14, 21-13.

”Puji Tuhan saya hari ini bisa menang, menyumbangkan poin untuk Indonesia. Saya juga bisa bermain dengan maksimal tanpa ada cedera,” ucap Ginting dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

Ginting memang bermain dengan baik. Dia sangat nyaman mendominasi pertandingan. Selain itu, sepanjang laga, pemain nomor delapan dunia tersebut minim sekali melakukan kesalahan.

Kemenangan ini sekaligus menambah keunggulan Ginting atas Thammasin menjadi 2-0.

”Di lapangan tadi saya lebih main enjoy saja. Karena rekan saya sudah ambil dua poin sebelumnya, itu menjadi motivasi buat saya menang juga. Kendala di lapangan mungkin ada, tapi saya nggak mau fokus ke sana. Karena kalau saya nggak enak, lawan juga kan sebenarnya merasakan hal yang sama. Jadi saya fokus ke permainan saja,” tambah Ginting.

Jonatan Christie membuka keunggulan Indonesia atas Thailand. (Nafielah Mahmudah/PP PBSI)

Tunggal pertama Jonatan Christie membuka keunggulan Indonesia. Dia mengalahkan Kantaphon Wangcharoen dalam tiga game. Menang dramatis pada game pertama dengan skor 22-20, Jonatan bermain sangat buruk dan kalah 8-21. Untung saja, pada game ketiga, Jonatan bangkit, tampil sangat solid, dan menang amat meyakinkan dengan skor jauh 21-8.

”Puji Tuhan bisa lolos. Sejak hari pertama, selalu nggak enak. Karena kondisi lapangan, angin, dan shuttlcocknya yang berbeda. Kemarin sudah sempat coba lapangan, tapi nggak lama, karena bisnya terlambat. Jadi tadi lumayan penyesuaian dulu,” kata Jonatan.

”Di game kedua arah anginnya cukup aneh. Kiri kanan dalam satu lapangan bisa berbeda, jadi harus cari-cari terus, ini arah anginnya gimana, bolanya kemana. Kuncinya di awal game ketiga harus ambil poin sebanyak mungkin, jauhin dari lawan. Setelah itu saya cuma fokus gimana caranya jangan buru-buru di lapangan. Game ketiga juga lawan saya lihat nggak keluar, fisiknya kelihatan sedikit drop,” imbuh pemain peringkat enam dunia itu.

Pelatih nasional ganda putra Herry Iman Pierngadi memberikan instruksi kepada Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto pada semifinal melawan Thailand. (Nafielah Mahmudah/PP PBSI).

Indonesia menambah keunggulan menjadi 2-0 via kemenangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Ganda nomor lima dunia itu mengalahkan Bodin Isara/Maneepong Jongjit dengan skor 22-20, 19-21, 21-17.

Sama seperti pengakuan Jonatan, Fajar juga mengatakan agak kesulitan melakukan adaptasi lapangan. Inilah yang membuat mereka tidak gampang menundukkan ganda Thailand yang secara peringkat jauh di bawah. Isara/Jongjit saat ini menempati ranking 43 dunia.

”Bukannya beralasan, tapi memang kenyataannya kami dapat bye sementara mereka sudah coba lapangan. Jadi penguasaan situasi, angin dan lapangan, mereka sudah lebih dulu dari kami. Adaptasi lapangan kami lebih terlambat dari lawan,” ucap Fajar.

Pada laga final, Indonesia akan berhadapan dengan Malaysia pada Rabu, 4 Desember. Tim Negeri Jiran merebut tiket final via kemenangan 3-0 atas Singapura.

”Malaysia dan Thailand punya kekuatan yang hampir sama, merata juga. Saya pribadi mau mempersiapkan diri saja. Mau fokus untuk persiapan, masih ada waktu satu hari lagi latihan. Semoga bisa dimaksimalkan,” kata Ginting saat ditanya soal partai puncak.

Secara materi, Indonesia memang masih unggul atas Malaysia. Namun, Fajar/Rian harus mewaspadai ganda Malaysia yang sedang naik daun Aaron Chia/ Soh Wooi Yik.

Tahun ini mereka sempat menembus final All England 2019.

Kalau semuanya berjalan sesuai prediksi dan tak ada kejutan, tim putra Indonesia akan merebut emas utuk kali keenam secara beruntun di SEA Games. Sejak edisi 2007 di Nakhon Ratchasima, Thailand, tim putra Indonesia selalu mendulang emas.

Pada SEA Games 2013 di Myanmar, kompetisi beregu putra dan putri dihilangkan.

Editor : Ainur Rohman



Close Ads