Piala Sudirman 2021

Soal Kekalahan Indonesia, Pelatih: Masalah Mental Menentukan Sekali

3 Oktober 2021, 18:41:06 WIB

JawaPos.com-Indonesia datang ke Piala Sudirman 2021 dengan skuad lengkap. Tiga ganda putra terbaik, peraih emas dan perunggu Olimpiade Tokyo 2020, serta juara All England 2020.

Namun, hal itu tidak bisa membawa Indonesia ke laga pemungkas. Tim Merah Putih terhenti di perempat final. Mereka kalah di tangan Malaysia dengan skor 2-3 kemarin (2/10) dini hari.

Dalam pertandingan di Energia Areena, Vantaa, itu, kekalahan Indonesia datang dari sektor yang sebenarnya diunggulkan. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Anthony Sinisuka Ginting, dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti gagal menyumbang poin.

Kejutan justru dari Gregoria Mariska Tunjung. Setelah kekalahan The Minions, Gregoria berhasil memperpanjang napas Indonesia dengan menyamakan skor 1-1.

Dia berhasil unggul dari Kisona Selvaduray dalam rubber game 22-20, 18-21, 21-19.

Setelah kekalahan Ginting dan kemenangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu, kedua tim harus memainkan pertandingan kelima dari ganda campuran. Sayangnya, dalam laga penentuan itu, Praveen/Melati tumbang.

Asisten pelatih Nova Widianto menyampaikan permintaan maaf karena ganda campuran tidak bisa menyumbang poin saat kondisi kritis tersebut. Praveen/Melati justru kalah dari Hoo Pang Ron/Cheah Yee See 21-19, 9-21, 21-16.

”Anak-anak sudah berjuang maksimal. Kekalahan dalam pertandingan terakhir itu pasti semua beban ada di puncak mereka (Praveen/Melati). Start poin itu sebenarnya sangat menentukan sekali,” kata Nova saat dihubungi Jawa Pos kemarin.

Dari segi peringkat, Praveen/Melati sebenarnya sangat diunggulkan. Mereka menempati peringkat keempat dunia. Sementara itu, Hoo/Cheah hanya ranking ke-23. Tetapi, ada faktor lain yang membuat penampilan Praveen/Melati tidak sesuai harapan.

”Masalah mental menentukan sekali. Apalagi pada pertandingan penentuan, Malaysia bermain lepas sekali, tanpa beban karena posisi mereka tidak diunggulkan,” lanjut Nova.

Peraih perak Olimpiade Beijing 2008 tersebut menegaskan, tidak ada yang salah dari pemilihan pemain dalam Piala Sudirman 2021 tersebut. ”Ini sudah pemain terbaik. Apa pun hasilnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Binpres Rionny Mainaky mengatakan, pemain sudah memberikan seluruh kemampuan yang mereka miliki. Tetapi, ambisi membawa pulang Piala Sudirman belum bisa tercapai.

”Secara keseluruhan sangat disayangkan sektor yang diharapkan malah tak tercapai sumbang poin. Tetapi, saya lihat dari segi semangat, daya juang, dan fight-nya, para pemain sudah berusaha maksimal,” kata Rionny dalam keterangan resminya.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : gil/c13/dra

Saksikan video menarik berikut ini: