JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kemenpora Sebut Prabowo Keliru Soal Pemborosan Asian Games

03 Maret 2019, 05:10:59 WIB
Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto, PSSI
Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto (Dok. Kemenpora)
Share this

JawaPos.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tak setuju dengan pernyataan Prabowo Subianto yang menyebut Asian Games 2018 sebagai pemborosan keuangan negara. Kemenpora justru bangga karena selain sukses penyelenggaraan, Asian Games 2018 juga memberi dampak positif dari segi pengadaan venue.

"Kalau disebutkan bahwa venue-venue yang ada setelah Asian Games ini kemudian tidak ekonomis, jangan keliru. Seluruh pihak hingga Gelora Bung Karno (GBK) melaporkan bahwa intinya adalah venue-venue yang dipakai di Asian Games ini tak lagi jadi beban ekonomi, tapi menguntungkan," kata Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto.

Menurut Gatot, dari hasil evaluasi yang dilakukan bersama Wakil Presisen Republik Indonesia, Jusuf Kalla pada 14 Desember 2018 lalu, tercatat banyak keuntungan yang didapat Indonesia. Menurutnya ini menjadi sebuah kebanggaan karena Indonesia sukses menjadi tuan rumah dari ajang multievents tersebut.

Namun Gatot tak mau pendapatnya ini dikaitkan dengan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Ia mengaku bicara sesuai fakta di lapangan.

"Ini kami bersikap netral ya, sebagai ASN. Indonesia mendeklarasikan jadi tuan rumah dan ditetapkan pada 19 September 2014 juga bukan di era pak (Presiden) Jokowi (penetapannya). Jadi jangan kemudian disalahkan itu dibebankan ke Pak Jokowi," tutrnya.

Sebagaimana diketahui, Prabowo dalam acara dialog silaturahmi bersama komunitas kesehatan di Hotel Bidakara, Jakarta pada Kamis (28/2) mengaku sempat tidak setuju dengan penyelenggaraan Asian Games 2018. Ia menilai penyelenggaraan Asian Games 2018 sama saja dengan pemborosan anggaran negara.

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga memuji keputusan Vietnam menolak menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asian Games 2018. Prabowo menilai, Vietnam lebih mementingkan sisi pertumbuhan ekonomi, pelayanan rumah sakit, dan pertaniannya ketimbang menyelenggarakan Asian Games 2018.

Editor           : Bagusthira Evan Pratama
Reporter      : Isa Bustomi

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini