alexametrics
SEA Games 2019

Tangis Lisa dan Target yang Meleset

Laporan Tim Jawa Pos dari Manila, Filipina
2 Desember 2019, 10:59:47 WIB

JawaPos.com – Ambisi Lisa Setiawati meraih medali emas di SEA Games perdananya pupus. Dia harus rela mendapat perak setelah gagal melampaui total angkatan Vuong Thi Huyen (Vietnam) dalam lomba di Ninoy Aquino Stadium, Manila, kemarin. Lisa membukukan angkatan 169 kilogram (73 kg snatch dan 96 kg clean and jerk). Hanya terpaut 2 kg dari torehan Vuong yang mencapai 171 kg (77 kg snatch dan 94 clean and jerk).

Lisa mengawali lomba dengan baik. Dia melakukan percobaan pertama angkatan snatch dengan 71 kg. Sayang, ternyata angkatan pertama itu dinilai fault. Sehingga di percobaan kedua dan ketiga terhenti di beban 73 kg. Sedangkan Vuong sudah 77 kg. Lisa tertinggal 4 kg. Hal tersebut yang membuat dia ngotot mengangkat beban 100 kg di clean and jerk.

Itu menjadi petaka. Sebab, dalam latihan, Lisa sama sekali tidak pernah mengangkat beban seberat itu. Saat meraih emas clean and jerk di Kejuaraan Dunia 2019, dia hanya membukukan angkatan 95 kg. ”Saya sangat kecewa. Maaf belum bisa mempersembahkan emas untuk Indonesia. Saya sudah berusaha sekuat tenaga,” ujarnya di sela-sela isak tangis.

Masih dari cabor angkat besi, Surahmat Wijoyo juga gagal merebut emas. Lifter dari Aceh tersebut turun di kelas 55 kg. Dia membukukan total angkatan 250 kg dengan perincian snatch 110 kg dan clean and jerk 140 kg. Surahmat berpeluang meraih medali yang lebih bagus. Sayang, angkatan clean and jerk 144 kilogramnya dianulir. Posisi tangan kirinya dianggap goyang.

”Kecewa karena dapat perunggu. Sedangkan target perak atau emas. Tapi nggak bisa protes dengan keputusan. Apalagi, ini SEA Games terakhir saya,” ucap Surahmat.

Target dari cabor wushu dan balap sepeda juga meleset. Kemarin Indonesia hanya merebut 1 emas, 4 perak, dan 5 perunggu. Kita terbenam di peringkat ke-6 klasemen sementara perolehan medali.

Perjalanan Indonesia untuk menuntaskan target 60 emas menjadi superberat. Namun, Menpora Zainudin Amali tetap optimistis target tersebut bisa tercapai. ”Saya sampaikan bahwa tiap game butuh konsentrasi. Apa yang sudah kita lalui tidak usah dipikirkan. Kita hadapi ke depan. Karena itu adalah game yang harus kita menangkan,” tutur Zainudin.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c9/na


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads