alexametrics
Malaysia Open 2022

Komentar Apri/Fadia Pasca Bikin Kejutan, Sikat Seeded 1 dan No 1 Dunia

2 Juli 2022, 12:30:45 WIB

JawaPos.com-Ganda putri baru Indonesia Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti terus mencatat kejutan hebat pada Malaysia Open 2022.

Setelah mengandaskan juara All England 2022 asal Jepang Nami Matsuyama/Chiharu Shida di babak 16 besar, Apri/Fadia juga mencatat hasil hebat pada perempat final.

Ganda yang masih berada di posisi 133 dunia tersebut, mengandaskan ganda putri nomor satu dunia dan unggulan satu turnamen Chen Qingchen/Jia Yifan asal Tiongkok dalam rubber game dengan skor 14-21, 21-13, dan 21-16.

Kemenangan atas Chen/Jia tersebut adalah pembalasan. Sebab, sebelumnya, Apri/Fadia dikalah Chen/Jia pada babak final Indonesia Masters 2022.

Berlaga di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Jumat (1/7), Apri/Fadia tidak memulai laga dengan baik. Naun, selepas itu, Apri/Fadia tidak memberikan kesempatan kepada peraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020 itu untuk berkembang.

“Puji syukur alhamdulillah hari ini bisa diberikan kemenangan. Kualitas mereka sangat bagus, tadi kami sempat kehilangan banyak poin di akhir-akhir game ketiga karena kualitas mereka itu. Beruntung kami bisa kembali meraih poin,” ucap Apri dikutip dari siaran pers PP PBSI.

“Kami sudah tahu pola permainan mereka, jadi tadi saat sudah ketemu caranya, kami hanya konsisten dengan pola itu. Fokus satu poin demi satu poin. Karena kalau kami main bagus tapi tidak konsisten akan sulit melawan mereka. Itu yang kami ubah dari saat final Indonesia Masters,” imbuh peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 saat berpasangan dengan Greysia Polii tersebut.

Pada game ketiga, Apri/Fadia sempat unggul sangat jauh dengan skor 18-8. Namun, Chen/Jia terus mengejar dan mampu mencetak delapan poin beruntun. Namun, dalam posisi menegangkan, Apri/Fadia lepas dari tekanan. Mereka mencetak tiga angka dan memenangkan pertandingan.

“Kita tadi kurang antisipasi dengan perubahan pola mereka jadi sempat kehilangan banyak poin di akhir-akhir. Mereka mempercepat dan lebih menekan. Tadi akhirnya coba untuk sabar dan mengeluarkan aura positif. pada akhirnya bisa,” ucap Apri.

“Sedikit tegang juga pas dikejar itu. Tapi saya fokus saja satu poin demi satu poin. Mereka juga ternyata tidak menyerah, kualitasnya tetap bagus. Jadi saya pikir satu poin itu sangat penting. Ini jadi pelajaran ke depan untuk kami,” lanjut Fadia.

Di babak semi final hari Sabtu (2/7), Apri/Fadia akan menantang ganda Korea Selatan Jeong Na-eun/Kim Hye-jeong (Korea Selatan). “Belum puas dengan hasil ini, kami mau juara. Harus selalu haus juara,” ucap Fadia.

Sementara pada laga lain, Shesar Hiren Rhustavito mengalami nasib buruk. Vito harus mundur dari babak perempat final karena mengalami cedera betis kanan. Cedera ini, Vito dapat saat berhadapan dengan unggulan kedua dari Jepang Kento Momota. Saat cedera, Vito tertinggal 6-13.

“Tadi ada salah pergerakan saat Vito mencoba mengembalikan bola dari Momota. Kata dokter kemungkinan ada robek di otot betis kanan. Kami berharap tidak ada yang serius,” terang Irwansyah, pelatih tunggal putra yang mendampingi Vito.

Editor : Ainur Rohman

Saksikan video menarik berikut ini: