Menjelang Balapan Pembuka F1 2020: Antara Rasisme dan Korona

2 Juli 2020, 20:58:44 WIB

JawaPos.com-Formula 1 musim 2020 bakal berlangsung akhir pekan ini. Tim-tim siap bersaing dalam balapan yang dijaga dengan protokol kesehatan superketat.

Akhir pekan ini mobil-mobil F1 akan kembali ke sirkuit untuk menggelar balapan perdana di Red Bull Ring, Austria. Pandemi virus korona baru sudah mereda di beberapa kawasan Eropa. Namun, protokol superketat bakal tetap diterapkan di seluruh area sirkuit.

Misalnya, F1 tetap menjalankan kebijakan balapan tanpa penonton untuk meminimalkan persebaran Covid-19. Selain itu, mereka melakukan tes berkala.

Personel tim dan broadcasting juga dibatasi. Seperti dikabarkan sebelumnya, setiap tim hanya boleh membawa 80 kru. Semuanya wajib mengenakan masker.

Selain itu, tim-tim diharapkan melakukan segala upaya untuk tetap aman dalam perjalanan ke Austria. Misalnya, naik jet pribadi seperti yang diperlihatkan McLaren. Tim asal Woking, Inggris, itu mengunggah foto para pembalap dan kru yang mengenakan kaus oranye khas McLaren di depan sebuah pesawat sebelum terbang ke Austria.

’’Di McLaren, kami menghadapi tantangan dengan keberanian, energi, dan tekad yang sama seperti yang kami perlihatkan di lintasan,’’ tulis CEO McLaren Zak Brown di situs resmi tim tadi malam.

Selain disibukkan dengan protokol superketat Covid-19, F1 menghadapi isu besar lainnya terkait dengan kesetaraan ras. Bahkan, mereka telah meluncurkan kampanye We Race as One untuk membuat olahraga yang mereka banggakan bisa mengakomodasi keberagaman.

Aksi berlutut sebagai bentuk solidaritas gerakan Black Lives Matter dalam Premier League di Inggris menjadi inspirasi para pembalap untuk melakukan upaya yang sama di sirkuit nanti. ’’Beberapa pembalap sudah bicara tentang hal itu (aksi berlutut, Red),’’ kata pembalap McLaren Lando Norris sebagaimana dilansir Motorsport.

Mercedes menjadi salah satu tim yang mengambil langkah berani terkait dengan isu rasisme. Mereka merevisi livery W11, tunggangan andalan Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas, dari warna silver ke hitam solid. Itu menunjukkan bahwa Silver Arrows (sebutan Mercedes) mendukung gerakan antirasisme di pentas F1.

Terlepas dari dua isu di atas, persaingan para pembalap menarik dinantikan. Mercedes, sang juara bertahan, bakal menjaga status quo. Perlawanan paling kuat diprediksi datang dari Red Bull. Mereka bakal menggunakan upgrade mesin dari Honda pada dua balapan sekaligus di Austria.

Mengacu hasil tes pramusim, RB16 tampil kompetitif di jajaran top team. Dengan upgrade mesin tersebut, diharapkan Max Verstappen dan Alexander Albon bisa lebih kompetitif. Selama dua musim beruntun, Verstappen berhasil memenangi balapan kandang di Austria.

Berbeda dengan Red Bull, bos Ferrari Mattia Binotto menyebut peluang timnya di Austria sangat kecil. Dia mengakui SF1000 bukanlah mobil tercepat saat ini. ’’Akhir pekan ini mobil kami akan menggunakan konfigurasi yang sama seperti saat tes di Barcelona,’’ kata Binotto sebagaimana dilansir Crash.

Ferrari baru bisa membawa update mesin pada seri ketiga di Hungaria.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : nap/c19/na



Close Ads