
Kim Yeon-koung. (volebolunsesi.com)
JawaPos.com – Dalam duel final V-League Korea yang dramatis dan penuh emosi, Daejeon Jungkwanjang Red Sparks harus kembali menelan pil pahit.
Tim yang diperkuat bintang asal Indonesia, Megawati Hangestri, kalah 2-3 dari Heungkuk di laga kedua final yang digelar Rabu (2/4) malam WIB di Incheon.
Meski sempat unggul dua set awal dengan permainan agresif, Red Sparks kehilangan kendali mulai set ketiga. Dan pada set penentuan, tak ada yang bisa menghentikan aksi luar biasa dari "Ratu Voli Korea", Kim Yeon-koung.
Pemain berusia 36 tahun itu mencetak total 22 poin, termasuk 6 poin krusial di set kelima dengan attack success rate mencapai 66,7 persen.
“Set kelima, Kim Yeon-koung benar-benar jadi tembok,” kata pelatih Red Sparks, Go Hee-jin, seperti dikutip dari Sports Chosun.
“Dalam tiga tahun terakhir, saya belum pernah lihat serangan dengan sudut dan timing sebaik itu. Bahkan Megawati dan Jung Ho-young tidak bisa menghentikannya, meski sudah ada dua blocker.”
Red Sparks datang ke laga ini dengan kondisi fisik tim yang jauh dari kata ideal. Kapten tim Bukilic masih dalam masa pemulihan cedera pergelangan kaki.
Setter Yeom Hye-sun bermain dengan menahan nyeri lutut. Dan libero veteran No Ran, yang sempat absen di gim pertama, tampil dengan suntikan pereda nyeri demi memperkuat tim di gim kedua.
“Saya tahu dia kesakitan,” kata Go tentang No Ran. “Tapi dia tetap memaksa tampil. Dia tidak menunjukkan rasa sakitnya, malah tersenyum dan tetap memberi energi ke tim. Saya sangat menghargainya.”
Meski kalah, Go Hee-jin merasa timnya telah memberikan perlawanan terbaik. “Saya minta maaf atas performa di gim pertama, tapi hari ini para pemain bermain dengan semangat luar biasa. Itu layak mendapat tepuk tangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kim Yeon-koung juga mengakui ketangguhan Red Sparks. “Kalau sudah sampai titik ini, semua tim pasti kelelahan dan cedera,” katanya. “Tapi mereka tetap berjuang sampai bola terakhir. Kami juga sedang tidak dalam kondisi ideal, tapi kami berhasil melewati ini.”
Kim Yeon-koung, yang musim ini sudah mengumumkan akan pensiun, tampak ingin menutup kariernya dengan indah. Heungkuk kini hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mengunci gelar juara V-League musim ini.
“Semoga gim ketiga berjalan mudah, meski saya tahu itu cuma harapan,” ucap Kim sembari tersenyum. “Kami akan siapkan segalanya agar bisa menyelesaikannya di Daejeon. Tidak mau lanjut ke gim keempat atau kelima.”
Kini, nasib Red Sparks ada di tangan mereka sendiri. Bermain di kandang sendiri untuk gim ketiga pada Jumat (4/4), Megawati Hangestri dan rekan-rekannya harus menang demi memperpanjang napas dan menjaga mimpi meraih gelar juara.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
