Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Maret 2025 | 17.42 WIB

Yakin Pickleball Bisa Meledak Seperti Badminton

Pickleball makin berkembang dan berpotensi membawa prestasi di kancah internasional. (Istimewa) - Image

Pickleball makin berkembang dan berpotensi membawa prestasi di kancah internasional. (Istimewa)

JawaPos.com–Apa jadinya jika tiga olahraga raket seperti tenis, tenis meja, dan badminton dijadikan satu? Mungkin jadinya menjadi cabang pickleball, olahraga yang mungkin masih terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Pickleball kini tengah berkembang dan berpotensi membawa prestasi di kancah internasional. Olahraga ini menawarkan permainan yang menyenangkan sekaligus inklusif bagi semua usia.

Wakil Ketua Umum Pickle Ball Indonesia Harlin E. Rahardjo menyatakan, olahraga ini memiliki karakteristik yang mudah dipelajari. Terutama bagi mereka yang sudah terbiasa dengan ketiga olahraga tersebut.

Harlin melanjutkan, secara peraturan, pickleball mirip dengan bulu tangkis, baik dari segi cara menghitung maupun konsep permainan. Selain itu, olahraga ini sangat inklusif dan dimainkan oleh siapa saja.

”Mulai dari anak-anak hingga lansia, karena memiliki dampak yang lebih rendah dibandingkan tenis atau bulu tangkis,” ujar Harlin.

Keunggulan utama pickleball terletak pada sifatnya yang low impact namun tetap menyenangkan. Menurut Harlin, permainan ini tidak hanya melatih kebugaran kardio tetapi juga melatih koordinasi antara otak dan motorik, sehingga cocok bagi para lansia.

Selain itu, potensi Indonesia untuk berprestasi di pickleball cukup besar. Apalagi, rencananya olahraga ini masuk eksibisi pada Olimpiade Los Angeles 2028. Terlebih, Amerika Serikat merupakan negara penemu olahraga ini.

Harlin optimistis dengan kemampuan atlet Indonesia yang dikenal lincah, mirip dengan dominasi Asia di bulu tangkis. Di mana, bulu tangkis yang eksibisi pada Olimpiade 1988 di Seoul, lalu mulai dapat medali emas di Olimpiade 1992 Barcelona melalui Alan Budikusuma di tunggal putra dan Susy Susanti di tunggal putri.

”Olahraga ini butuh agility atau kelincahan, yang memang sudah menjadi keunggulan orang Asia. Jika pembinaan dilakukan dengan baik, bukan tidak mungkin kita bisa meraih prestasi di ajang internasional, bahkan Olimpiade,” tutur Harlin E. Rahardjo.

Karena itu, pihaknya berencana menggaet figur publik dan mantan atlet ternama untuk memopulerkan olahraga ini. Termasuk untuk Alan-Susy. ”Bahkan, kejuaraan antar selebriti bisa menjadi ajang promosi yang menarik,” ungkap Harlin.

Pickleball memiliki keunggulan lain berupa kemudahan dalam penyediaan fasilitas. Lapangan lebih kecil dibandingkan tenis dan dapat dibangun di luar ruangan tanpa terpengaruh angin, berbeda dengan bulu tangkis. Di Indonesia, sejumlah universitas seperti UNJ dan UI sudah rutin mengadakan kejuaraan tahunan. Bahkan, Bali pernah menjadi tuan rumah World Pickleball Championship yang diadakan World Pickleball Association.

Selain sebagai olahraga kompetitif, pickleball juga memiliki aspek sosial yang kuat. ”Permainan ini tidak hanya tentang kebugaran tetapi juga interaksi sosial. Banyak komunitas yang terbentuk karena olahraga ini, sehingga mampu memperkuat ikatan sosial,” ujar Harlin.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore