NBA 2019-2020

King James Tampil Sebagai sang Juru Selamat

1 Agustus 2020, 17:01:46 WIB

JawaPos.com – Pemain kulit hitam di samping pemain kulit putih. Pelatih dari dua tim berdiri bersisian. Mengenakan T-shirt hitam bertulisan Black Lives Matter, berlutut. Lengan mereka saling bertaut. Beberapa di antaranya memejamkan mata. Sebagian lagi mengangkat kepalan tangan ke udara.

Pemandangan itu terlihat di dua pertandingan pembuka NBA Restart di ESPN Wide World of Sports Complex, Disney World Resort, Orlando, kemarin WIB. Tepatnya di laga New Orleans Pelicans versus Utah Jazz serta Los Angeles Lakers melawan Los Angeles Clippers.

Mereka berlutut saat lagu kebangsaan AS, Star Spangled Banner, dilantunkan.

NBA sejatinya punya aturan bahwa pemain harus berdiri saat lagu itu berkumandang. Namun, khusus untuk mendukung gerakan melawan diskriminasi rasial, NBA telah melonggarkan aturan.

Mereka berlutut sebagai bagian dari protes atas terbunuhnya Breonna Taylor dan George Floyd, dua warga kulit hitam korban kebrutalan polisi.

’’Kupikir sangat penting bahwa kita semua mencurahkan perhatian ke keadilan sosial. Dan kita harus kompak,’’ kata pelatih Jazz Quin Snyder seperti dikutip The Guardian. ’’Maka, seluruh pemain, pelatih, dan ofisial bersatu dan berkomitmen mendorong perubahan jangka panjang,’’ imbuhnya.

NBA Restart di Orlando memang menjadi ajang dukungan terhadap gerakan sosial yang menguat di AS. Tepi lapangan di Visa Center dan HP Field dicat tulisan Black Lives Matter berukuran besar. Para pemain, untuk kali pertama, mengenakan jersey yang juga mengandung pesan sosial. Misalnya, Justice First, Equality, dan I Can’t Breathe.

Di sisi lain, tidak salah kalau derby Los Angeles dipilih sebagai pembuka lanjutan musim. Lakers dan Clippers menyajikan pertempuran sengit. Lakers leading dari awal hingga half time.

Namun, sang lawan membalikkan keadaan sampai pertengahan kuarter keempat. Dan di sinilah Lakers beruntung memiliki LeBron.

Gerakan drive yang dia lakukan saat pertandingan tersisa 12,8 detik mengunci kemenangan Lakers 103-101. LeBron sebenarnya kesulitan untuk mencetak poin sepanjang game. Dia ’’hanya’’ membukukan 16 poin dan 11 rebounds. Jauh dari Anthony Davis yang tampil giras dengan 34 poin.

Namun, poin kemenangan yang dibuat King James –julukan LeBron– sangatlah epik. Dia dikepung tiga pemain Clippers. Namun, dia tetap mampu menembakkan bola ke arah ring.

Di percobaan pertama, gagal. Tapi, dia terus bergerak mendekat ke ring, dan saat bola memantul ke arahnya, dia langsung menyambar bola dan melakukan rebound.

Clippers sejatinya punya kesempatan menyamakan kedudukan, bahkan memenangi pertandingan. Forward Paul George punya posisi menembak tiga angka sesaat sebelum buzzer terakhir berbunyi.

Tapi, LeBron lagi-lagi berada di posisi yang tepat. Dia melakukan defense ketat hingga George tidak mampu melesakkan tembakan dengan jitu.

’’Kami masih memiliki terlalu banyak celah,’’ keluh Doc Rivers, head coach Clippers, seperti dilansir ESPN. George di laga kemarin sudah tampil dahsyat dengan donasi 30 angka.

Kawhi Leonard menambahi dengan 28 poin. Tapi, absennya Lou Williams dan Montrezl Harrell di kubu Clippers benar-benar membuat kedalaman tim tersebut tampak bermasalah.

Bagi Lakers, selain LeBron, pemain yang tak kalah berjasa kemarin adalah Davis. Tembakan tiga angka back-to-back yang dia ciptakan di tengah kuarter ketiga membuat Lakers berlari dengan 17-5 poin.

Itu membuat tim asuhan Frank Vogel kembali memimpin 72-71 setelah sempat tertinggal 11 poin di awal kuarter tersebut.

’’Pertandingan pertama, tapi langsung seru. Ada beberapa kesalahan yang kami buat, tapi tidak masalah karena ini memang baru laga pertama setelah empat bulan,’’ ucap Davis.

Soal itu, sejatinya baik Lakers maupun Clippers sama-sama clumsy. LeBron dkk membukukan 16 turnover, sedangkan Clippers lebih banyak. Yakni, 22.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : irr/c10/na



Close Ads