alexametrics

Dijuluki The Next Kevin, Leo Rolly Carnando Bilang Levelnya Masih Jauh

1 Agustus 2019, 18:09:30 WIB

JawaPos.com-Leo Rolly Carnando sedang menjadi sweetheart fans bulu tangkis Indonesia. Cowok kelahiran Klaten itu baru saja menjadi pahlawan Merah Putih dalam ajang Badminton Asia Junior Championships di Suzhou, Tiongkok, pekan lalu.

Terjun di dua nomor, ganda putra dan ganda campuran, dia sukses merebut dua gelar untuk Indonesia.

Leo sebenarnya sudah ”muncul” sejak tahun lalu. Bersama Indah Cahya Sari Jamil, dia merebut gelar juara dunia ganda campuran di Kanada. Namun, tak bisa dipungkiri, kehebatannya di kejuaraan Asia junior lah yang membuat namanya makin bersinar.

Tak hanya badminton lovers tanah air jatuh cinta. Fans-fans dari Tiongkok pun terpikat. Mereka bahkan menyebut Leo the next Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Itu tidak lepas dari posturnya yang mirip-mirip Kevin. Tidak tinggi. Tapi gaya mainnya bersemangat. Pukulan beruntunnya cepat. Lompatannya juga bagus. Leo malu-malu disandingkan dengan Kevin yang bersama Marcus Fernaldi Gideon menjadi ganda putra terbaik dunia itu. ”Ah, enggak lah. Belum. Saya nggak mau muluk-muluk dulu,” tutur Leo kemarin.

Bisa meraih dua gelar sekaligus di kejuaraan Asia junior tidak pernah ada dalam benaknya. Dia awalnya lebih ditarget di ganda campuran. Sebab, dia dan Indah adalah unggulan pertama. Sedangkan bersama Daniel, dia jadi unggulan kedua. Namun, ternyata di final, dalam dua laga rubber game superketat, Leo mampu mengatasi segala tekanan. Terutama dari dirinya sendiri. Yakni kelelahan.

”Sebenarnya setelah main di perempat final dan menang semua itu badan sudah capek banget. Saya bilang sama pelatih kalau mata mulai nggak fokus,” cerita Leo. ”Sama dokter dari PBSI dikasih vitamin. Lalu tidur buat jaga kondisi. Lumayan lah,” tambah dia.

Pemain yang baru berulang tahun ke-18 Senin lalu (29/7) tersebut mengenal bulu tangkis sejak umurnya masih 2 tahun. Saat itu kakaknya, Samudra Buana, sudah lebih dulu bergabung di klub Berkat Abadi, Banjarmasin. Empat tahun kemudian, Leo mengikuti jejak sang kakak dengan masuk PB PMS Solo.

Dari sana, beberapa kali dia mencoba mengikuti audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis. Tapi gagal terus.

Suatu hari, nasib mempertemukan Leo dengan salah satu seorang pemain spesialis ganda PB Djarum Afiat Yuris Wirawan. ”Saya disarankan tes di sektor ganda putra, karena beberapa kali coba di tunggal nggak keterima,” kenang Leo.

Dia ingat, pada 4 Januari 2015, dia berangkat ke Jakarta untuk tes. Eh, langsung diterima. ”Rasanya seneng banget bisa gabung di sini,” tambah dia.

Sudah gabung di PB Djarum, bukan berarti dia langsung meroket. Selama setahun, dia jarang dikirim mengikuti turnamen di luar negeri. Performanya dianggap belum mumpuni. Satu-satunya turnamen internasional yang dia ikuti saat itu ialah Badminton Asia Junior Championship U-17 & U-15 di Kudus, Jawa Tengah. Berpasangan dengan Alan Darmasaputra Kristanto, mereka masuk semifinal.

Baru pada 2016 Leo merasakan pengalaman bertanding di luar negeri. Antara lain di Korea Open Junior. Juga Singapore Youth International Series. Dalam dua event itu, dia berpasangan dengan Daniel Marthin, pasangan ganda putranya saat ini.

Mereka juga rajin mengikuti sirkuit nasional, dan beberapa kali naik podium. Berkat itu juga Leo dilirik PP PBSI. Dia masuk SK Magang pada 2018.

Di Cipayung, dia kembali dipasangkan dengan Daniel. Sedangkan untuk ganda campuran, dia dipertemukan dengan Indah. Meski baru bermain bersama, dia dan Indah langsung tuned in. Terbukti, mereka meraih juara dunia junior.

Tapi Leo/Indah bakal dipisah. Selepas naik kelas ke senior, anak kedua dari dua bersaudara tersebut bakal fokus di ganda putra bersama Daniel. Ada rasa gamang, sekaligus excited menghadapi persaingan di level yang jauh lebih tinggi.

”Masuk senior, berarti mulai dari nol lagi. Lawan juga sudah gede-gede. Latihan harus lebih giat, nggak boleh cepat puas,” kata Leo.

Ganda putra Indonesia saat ini menguasai delapan besar peringkat BWF. Hal itu dimanfaatkan dengan baik oleh Leo. Di antara waktu senggangnya di pelatnas, Leo banyak belajar dari para seniornya. ”Nggak sering-sering banget. Kadang-kadang saja. Kalau soal teknik kebanyakan sudah dikasih tahu mereka sebelum saya tanya,” jelas Leo.

 

Fakta Leo

*Lahir di Klaten, Jawa Tengah, 29 Juli 2001

*Bungsu dari 2 bersaudara.

*Hobinya main biliar.

*Bersama Daniel Marthin, saat ini menempati peringkat 89 ganda putra.

*Memiliki rekor kemenangan total 145.

Prestasi tertinggi:

Juara Dunia Junior 2018 (ganda campuran)

Juara Asia Junior 2019 (ganda campuran)

Juara Asia Junior 2019 (ganda putra)

Runner-up Kejuaraan Asia Junior 2019 (beregu)

Perunggu Kejuaraan Dunia Junior 2018 (beregu)

Perunggu Kejuaraan Asia Junior 2018 (beregu)

Editor : Ainur Rohman

Reporter : feb/na


Close Ads