alexametrics

Tim Indonesia Bakal Hadapi Agenda Turnamen yang Bertumpuk-tumpuk

1 April 2020, 20:52:50 WIB

JawaPos.com – Bagi pelatnas bulu tangkis Indonesia, pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020 yang mundur setahun tidak membuat lebih santai. Justru, agenda kejuaraan akan bertumpuk.

Jika pandemi Covid-19 berlalu, diharapkan pertengahan tahun nanti, para atlet sudah ditunggu banyak event. Termasuk yang dibatalkan akibat penyakit yang menyerang sistem pernapasan tersebut.

Yang bakal tricky adalah jika turnamen yang tersisa tahun ini dimasukkan sebagai kualifikasi menuju Olimpiade Tokyo 2020. Seharusnya, kualifikasi berakhir pada 26 April mendatang.

’’Pasti akan ada penyesuaian dengan situasi yang seperti ini. Kami akan menentukan mana kejuaraan yang menjadi skala prioritas,’’ kata Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto kemarin. ’’Semua tergantung masa darurat Covid-19. Kami baru bisa memutuskan setelah kondisi darurat ini selesai,’’ lanjut dia.

Imbas dihentikannya semua agenda BWF Tour saat ini, peringkat dunia juga dibekukan BWF. Federasi Bulu Tangkis Dunia itu akan menyusun ulang turnamen-turnamen yang ditunda. Jadwal baru turnamen itulah yang nanti menjadi acuan PBSI untuk merevisi program.

’’Ini force majeur yang tidak bisa dihindari. Tidak ada untung atau ruginya. Positifnya, kami bisa mempersiapkan diri lebih baik menuju Olimpiade ke depan,’’ papar Budi, sapaan Budiharto. ’’Misalnya, dilihat dari hasil All England lalu, ganda putra masih ada kesulitan. Begitu pula tunggal putra. Belum bisa memenuhi harapan,’’ terangnya.

Sementara itu, ada kabar melegakan mengenai kondisi atlet pelatnas. Dari hasil rapid test Covid-19, mereka semua dinyatakan negatif. Termasuk tim All England yang baru kembali dari Birmingham, Inggris, dua pekan lalu. Mereka sudah tidak dikarantina secara khusus. Sebelumnya, mereka dipisahkan dari atlet-atlet pelatnas yang lain. Makan tidak boleh bersama-sama. Toilet dipisahkan. Jadwal latihan juga dibedakan.

Sementara itu, hasil tes swab pelatih tunggal putra Hendri Saputra Ho sudah diketahui. Hasilnya, negatif. Sejak berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19, dia dirawat intensif di RS Pelni.

Karena dinyatakan negatif, hari ini, dia sudah boleh meninggalkan rumah sakit. Menurut Budi, Hendri belum kembali bekerja di pelatnas Cipayung. Sebab pelatnasnya sendiri masih libur.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : gil/c19/na



Close Ads