Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 April 2024 | 12.19 WIB

Pasca Putusan MK, Deputi Pemuda Prof Niam Dorong Pemuda Jadi Agen Pemersatu

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Asrorun Niam. - Image

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Asrorun Niam.

JawaPos.com–Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Asrorun Niam meminta seluruh elemen pemuda untuk menjadi pelopor mewujudkan kebersamaan dan persatuan pasca putusan MK. Yakni dengan menghormati tahap kepemiluan yang berujung pada putusan MK tersebut.

”Putusan MK terkait pemilu bersifat final. Kontestasi telah usai. Saatnya bersatu membangun negeri. Pemuda harus menjadi agen yang memelopori inisiasi persatuan dan rekonsiliasi. Jangan biarkan narasi kebencian, provokasi menggerus kohesi nasional kita,” ujar Niam saat membuka acara Pemuda Bicara yang dihadiri oleh para pimpinan dari berbagai organisasi Kepelajaran dan Kepemudaan di Jakarta.

Lebih lanjut mantan aktivis mahasiswa itu menyampaikan, putusan MK sebagai mekanisme formal untuk mengakhiri proses politik pemilihan umum. Baik pemilihan presiden maupun legislatif karena putusan MK adalah putusan final dan binding.

”Karena itu kita sebagai warga negara yang taat hukum harus menghormatinya, dan menjadikan putusan MK sebagai dasar merespons dinamika perpolitikan, dengan mengesampingkan ego sektoral, dan juga kepentingan kelompok untuk menjaga kepentingan bangsa dan negara,” tegas Asrorun Niam.

Guru Besar UIN Jakarta itu menegaskan, saatnya para pemuda untuk bersanding setelah bertanding, karena bangsa membutuhkan kebersamaan dan persatuan guna mengakselerasi proses pembangunan.

”Jangan sampai kita melanggengkan narasi provokatif dan membelah. Nah di sinilah pentingnya anak muda sebagai agen perubahan di dalam mewujudkan kohesi nasional dengan menggunakan kemampuan literasi digital, kemampuan membangun kebersamaan antar elemen, dan terus merajut tali kebersamaan, apalagi di tengah situasi Idul Fitri, semangat untuk membangun kebersamaan dan semangat untuk saling memaafkan harus menjadi etos positif di dalam mengakselerasi pembangunan,” jelas Asrorun Niam.

Dosen Pascasarjana UIN Jakarta itu menambahkan, tidak ada pemimpin yang sempurna, tetapi proses politik yang sudah menghasilkan kepemimpinan nasional terpilih sebagai hasil optimal yang harus didukung bersama.

”Kepentingan politik elektoral kita tidak boleh mengalahkan kepentingan nasional kita. saatnya berkontestasi ya berkontestasi, tapi jika sudah usai, jangan sampai masih melanggengkan narasi yang terus membelah, dan melanggengkan narasi perbedaan, saatnya mengedepankan narasi persatuan” ucap Niam.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore