alexametrics
Liga 1 2019

Kiper Persela Dwi Kuswanto Buka-Bukaan Terkait Insiden Tandukan

31 Juli 2019, 16:00:14 WIB

JawaPos.com – Insiden yang melibatkan Dwi Kuswanto dan Wahyudi Hamisi pada laga Persela Lamongan kontra Borneo FC di Stadion Surajaya, Lamongan, Senin malam (29/7) memicu kericuhan yang mengakibatkan pertandingan terhenti sekitar 25 menit. Apa sebetulnya yang terjadi. Berikut wawancara Jawa Pos dengan kiper Persela Dwi Kuswanto.

Apa yang membuatmu melakukan tindakan tersebut? Padahal, saat itu kemenangan Persela sudah di depan mata.

Pertama-tama, melalui kesempatan ini saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada manajemen, pelatih, dan rekan-rekan pemain karena ulah saya poin penuh menjadi hilang. Saya juga minta maaf kepada suporter telah membuat mereka kecewa. Kenapa saya melakukan itu? Saya lepas kontrol karena anak muda (Wahyudi Hamisi) berani membentak. Saya langsung emosional. Saya terprovokasi ulah dia.

Persela Lamongan

Apa yang sebenarnya dikatakan Hamisi sehingga kamu begitu emosional?

Dia berkata kasar. Tidak enak didengar. Maaf, saya tidak bisa mengungkapkannya. Yang jelas, dia sangat tidak sopan.

Kamu sudah ketemu Hamisi setelah pertandingan?

Saat berjalan di lorong menuju ruang ganti, kami bertemu. Dia meminta maaf kepada saya. Tapi, saya memilih menjauh daripada saya tambah emosional.

Tapi, kamu sadar bahwa ulahmu sangat merugikan tim?

Saya sangat menyesal telah melakukan tindakan tersebut. Apalagi, kemenangan yang sudah dalam genggaman Persela menjadi terlepas. Sekali lagi saya lepas kontrol. Itu murni karena saya emosional. Pemain sekelas Zinedine Zidane saja marah besar karena diprovokasi. Tapi, nasi sudah menjadi bubur. Sekali lagi, saya minta maaf. Apa yang terjadi kemarin tentu menjadi pelajaran penting bagi saya.

Banyak yang akhirnya menuduh kamu sengaja melakukan itu agar Persela tidak menang.

Di IG (Instagram) banyak yang menuduh saya macam-macam. Ada yang menulis komentar: rekeningmu sudah bertambah? Terus terang tuduhan-tuduhan itu sangat menyakitkan. Semua tuduhan tersebut tidak benar. Saya bermain memakai hati. Tidak main-main. Kartu merah ini merupakan yang pertama dalam karir saya. Itu bukti saya tidak main-main.

Sekali lagi, semua tuduhan yang dialamatkan ke saya tidak benar. Sangat menyakitkan. Kalau memang mau main-main, saya bisa melakukannya sejak dulu. Sebab, dulu kesempatannya begitu terbuka. Tapi, saya tidak pernah melakukan itu. Kalau saya melakukannya, karir saya pasti pendek.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : fim/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads