alexametrics

Persebaya Magnet Baru Liga 1

30 November 2017, 11:26:10 WIB

JawaPos.com- Daya tarik Liga 1 musim depan diyakini makin kuat. Hal itu tidak lepas dari promosinya tiga tim tradisional Perserikatan dengan basis suporter besar dan loyal seperti Persebaya Surabaya, PSMS Medan, dan PSIS Semarang. Persaingan diyakini akan kian kompetitif.

’’Dengan melihat basis suporter yang dimiliki tiga tim yang baru promosi, kami pikir ini adalah berkah bersama untuk sepak bola tanah air,’’ kata Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono. ’’Jadi, agar bisa memberikan banyak manfaat, berkah ini harus dikelola dengan baik dan itulah tanggung jawab bersama,’’ lanjutnya.

Joko menjelaskan, industri sepak bola tanah air mengalami transformasi sejak 2008. Mayoritas klub hanya bisa mengandalkan suntikan dana segar dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), tetapi kini mulai menerapkan fan club development seperti yang dipraktikkan klub-klub modern.

Persebaya Surabaya
KAMI DATANG: Kehadiran Persebaya dipastikan membuat persaingan Liga 1 musim 2018 semakin panas. (Angger Bondan/Jawa Pos)

Dengan begitu, lanjut dia, klub-klub yang memiliki basis suporter sangat besar di negeri ini secara otomatis berpeluang survive dalam tantangan zaman. ’’Sebab, logikanya, meski ada tim yang besar dan dipenuhi pemain-pemain hebat, kalau tidak ada yang menonton, buat apa?’’ ujarnya.

Menurut pria asal Ngawi, Jawa Timur, tersebut, dengan hadirnya Persebaya, PSMS, dan PSIS, dipastikan denyut nadi sepak bola tanah air bakal kian hidup. Sebab, selain ketiganya memiliki basis suporter yang besar dan loyal, dipastikan jumlah rivalitas antarklub makin bertambah banyak. Mereka menjadi magnet baru di Liga 1.

Arema FC, misalnya, yang beberapa musim terakhir tampil dingin seperti kehilangan gairah berkompetisi pasti akan kembali bangkit mempersiapkan skuadnya lebih baik lagi. Sebab, musim depan mereka harus berhadapan dengan rival utamanya, Persebaya, yang promosi dengan status juara Liga 2.

’’Dalam sepak bola, rivalitas di level fans itu sejatinya adalah harta karun sepak bola itu sendiri. Atmosfer sepak bola di Eropa, Amerika, dan negara-negara lain sudah membuktikannya,’’ jelas Joko. ’’Hanya, motif rivalitas yang masih dipenuhi dengan perkelahian di jalan menjadi adu kreativitas di antara mereka. Rivalitas suporter negeri ini sudah saatnya naik level,’’ tegasnya.

Persaingan tentu saja bakal makin menarik. Sebab, musim depan tercatat ada 10 tim yang pernah menjadi juara sejak era Perserikatan dan Liga Indonesia hingga sekarang yang ambil bagian. Mereka adalah Bhayangkara FC, PSM Makassar, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, Arema FC, Sriwijaya FC, Persib Bandung, Persebaya, PSMS, dan PSIS. ’’Dengan atmosfer seperti itu, bobot kompetisi akan kian kental. Sebab, semua pasti bakal bertanya-tanya tim mana yang juara dan terdegradasi pada musim depan,’’ tutur Joko.

PSMS yang kalah oleh Persebaya dalam final Liga 2 meyakini, tiga tim baru di Liga 1 nanti tidak sekadar numpang lewat. Mereka akan menunjukkan kualitas tim yang punya tradisi. Apalagi, kerangka tim sudah cukup baik. ’’Tinggal menambah beberapa pemain lagi. Pemain asing, misalnya, yang sesuai regulasi. Saya yakin, pasti PSMS, Persebaya, atau PSIS bakal menghadirkan kejutan,’’ kata pelatih PSMS Djajang Nurdjaman.

Untuk semua berita mengenai Kemenangan Persebaya Surabaya dapat dilihat di:

Persebaya Juara Liga 2

Editor : admin

Reporter : (ben/rid/c14/ham)

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads
Persebaya Magnet Baru Liga 1