alexametrics

Tak Ada Jaminan Dapat Izin dari Polri meski Liga 1 Diundur Sebulan

30 September 2020, 13:10:21 WIB

JawaPos.com – PSSI menegaskan lanjutan Liga 1 dan Liga 2 diundur sebulan setelah tak mendapat izin keramaian dari Polri. Tapi, organisasi yang dipimpin Moch. Iriawan itu tak bisa menjamin benarkah izin turun seandainya pandemi Covid-19 di tanah air belum juga mereda.

Iwan Bule, sapaan akrab Moch. Iriawan, hanya berharap kompetisi musim ini tetap ada. Alasannya, kalau dilanjutkan pada Agustus tahun depan, satu generasi akan hilang. ’’PSSI, terutama timnas, tentu tidak akan bisa ikut agenda FIFA dan AFC. PSSI juga akan dipandang kurang baik oleh FIFA dan AFC nanti,’’ ujarnya di halaman kantor Kemenpora, Jakarta, ditemani Menpora Zainudin Amali kemarin (29/9).

Alasan Iwan Bule tentang hilangnya satu generasi itu tentu saja berlebihan. Meski tentu saja tidak membanggakan, bukan kali ini saja Indonesia tak punya wakil di ajang internasional.

Pada 2017, misalnya, Indonesia juga tanpa wakil di ajang antarklub Asia setelah PSSI telat mendaftar. Sebuah kelalaian yang konyol, tentu saja. Mundur dua tahun sebelumnya, wakil Merah Putih, baik klub maupun timnas, juga tak bisa berkompetisi di level internasional karena Indonesia disanksi FIFA.

Toh timnas senior tetap menembus final Piala AFF 2016. Timnas U-16 juara di Piala AFF U-16 2018. Dan, skuad SEA Games mencapai partai puncak di multievent dua tahunan edisi 2019.

’’PSSI menghormati dan memahami keputusan Kapolri dengan tidak turunnya izin keramaian dengan alasan kasus korona masih tinggi. PSSI memohon untuk bisa ditunda selama satu bulan,’’ tutur Iwan.

Iwan Bule berkilah butuh digelar paling lambat sebulan ke depan karena jadwal yang sudah ada tidak mungkin bisa berubah lagi. Sebab, ada Piala Dunia U-20 tahun depan.

SUDAH DI JOGJA: PSM Makassar dalam latihan, Selasa (29/9). (MEDIA OFFICER PSM MAKASSAR)

Jika itu dimulai November, kompetisi selesai pada Maret mendatang. ’’Kalau kompetisi dimulai Desember, dipastikan sulit terjadi karena awal April sudah masuk Ramadan dan Mei-Juni sudah Piala Dunia,’’ paparnya.

Sebelumnya, Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi beberapa waktu lalu menyebut PSSI getol ingin memutar kompetisi agar tidak terlihat ’’lucu’’ di mata dunia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun depan. Maksudnya, jadi tuan rumah, tapi kompetisinya tidak ada selama pandemi korona.

Baca juga: Kasus Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Polri Tak Beri Izin Liga 1

Keras kepalanya PSSI untuk ingin terus memutar kompetisi, tampaknya, akan membuat PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi kembali pusing. Terutama Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita yang baru saja menjabat dan bukan berlatar belakang orang bola.

Lukita harus kembali dihadapkan pada kemarahan klub-klub peserta yang merasa rugi besar dengan ditundanya kompetisi untuk kali kedua karena pandemi Covid-19. Apalagi, beberapa klub sudah meminta garansi kalau kompetisi akan kembali digelar satu bulan lagi. Beban berat itu kian bertambah dengan permintaan klub yang ingin LIB menambah nilai subsidi karena kompetisi yang molor sampai Maret tahun depan jika dilanjutkan pada awal November.

Lukita mengaku LIB belum punya jawaban apa pun soal garansi hingga tambahan subsidi. ’’Karena keputusan ditunda baru hari ini. Ke depan, LIB dan PSSI akan berdiskusi banyak hal dengan klub-klub,’’ jelasnya.

Lukita juga memerlukan datang ke Jogjakarta untuk menemui langsung sejumlah tim luar Jawa yang sudah tiba di sana. Di antaranya, PSM Makassar, Barito Putera, dan Persiraja Banda Aceh.

’’Saya akan bicara dengan mereka mengenai kondisi LIB saat ini. Kami harap bisa segera menemukan solusi,’’ ucapnya.

Nah, jika garansi dan subsidi tak pasti, pria yang akrab disapa Luluk itu menyebut klub-klub tidak perlu khawatir masalah swab test. Pihaknya akan menjadwal ulang uji usap gratis yang diberikan LIB kepada peserta untuk kompetisi pada November mendatang.

Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) juga kecewa dengan diundurnya liga. Sebab, selain para pemain sudah melakukan persiapan, penundaan itu akan menimbulkan masalah baru. Salah satunya terkait dengan kontrak.

’’Tapi, kami harus berbesar hati menerima karena kondisi pandemi ini,’’ tutur General Manager APPI Ponaryo Astaman.

Meski menuai banyak tanggapan, Polri kukuh dengan keputusan tak mengeluarkan izin keramaian kepada Liga 1 dan 2. Polri juga memastikan berkoordinasi dengan berbagai pihak sebelum mengambil keputusan tersebut.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Awi Setiyono menegaskan, keputusan tersebut diambil sesuai dengan komitmen aparat kepolisian dalam penanggulangan Covid-19. Jumlah pasien Covid-19 yang terus bertambah tidak bisa dipandang sebelah mata.

’’Fakta jumlah masyarakat yang terinfeksi atau terkonfirmasi (Covid-19) setiap hari semakin meningkat,’’ terang Awi.

Data yang dirilis pemerintah kemarin (29/9) menunjukkan pertumbuhan pasien Covid-19 masih di atas 4 ribu per hari. Karena itu, Polri mengambil sikap tegas. ’’Bahwasanya tidak akan mengeluarkan izin keramaian pada semua tingkatan seperti nobar. Termasuk pertandingan sepak bola di Liga 1 dan Liga 2,’’ katanya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : rid/lyn/syn/c19/ttg



Close Ads