alexametrics
Liga 1 2019

Wolfgang Pikal: Tidak Masalah, Saya Pelatih Bola, Bukan Politisi

30 September 2019, 17:00:41 WIB

JawaPos.com – Persebaya Surabaya memiliki waktu lumayan panjang untuk berbenah setelah gagal meraih kemenangan dalam dua pertandingan terakhirnya. ’’Keuntungan’’ itu menyusul tidak terbitnya izin pertandingan Persebaya kontra Borneo FC yang seharusnya dimainkan di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Rabu (2/10). Bukan hanya lawan Borneo, laga tim Green Force – julukan Persebaya– berikutnya kontra Persib Bandung juga terancam ditunda. Sebab, jadwal pertandingan tersebut berdekatan dengan agenda pelantikan presiden.

Duel Persib melawan Persebaya dijadwalkan 19 Oktober 2019. Sedangkan pelantikan presiden diagendakan 20 Oktober 2019. Namun, terkait dengan jadwal tersebut, Persebaya belum mendapat kabar tentang ada atau tidaknya rencana penundaan. Yang sudah pasti ditunda adalah pertemuan Persebaya dengan Borneo. ’’Polisi tidak menerbitkan izin. Pada hari yang sama, ada pengamanan demonstrasi,’’ kata Manajer Persebaya Candra Wahyudi kepada Jawa Pos di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, kemarin (29/9).

Persebaya Surabaya

Sesuai dengan surat yang dikirim Polrestabes Surabaya ke manajemen Persebaya, Rabu lusa di Surabaya ada demo buruh. Peserta aksi ditaksir 10.000 orang. Polrestabes pun berfokus kepada pengamanan demonstrasi tersebut. Karena itu, diputuskan tidak diterbitkan izin pertandingan Persebaya melawan Borneo. Tim asal Kota Pahlawan itu tidak mempermasalahkan keputusan tersebut.

’’Kami terima saja karena situasi memang seperti itu. Kami ikuti keputusan kepolisian saja,’’ ujar pelatih Persebaya Wolfgang Pikal.

Menurut pelatih asal Austria itu, pertandingan dijadwalkan pekan depan atau bulan depan tidak ada masalah. Pikal menegaskan, Persebaya siap menjalani pertandingan kapan pun. ’’Kami masih punya waktu untuk melakukan perubahan. Mungkin kami akan melakukan latihan dengan game-game kecil. Setelah itu, fokus langsung kami alihkan ke pertandingan lawan Persib,’’ paparnya.

Dengan waktu yang ada, Persebaya akan membenahi kekurangan yang terlihat dalam laga kontra Bali United dan Barito Putera. Dalam dua pertandingan tersebut, Ruben Sanadi dkk tidak hanya gagal menang, tetapi juga membuang banyak peluang.

Kesempatan-kesempatan emas yang seharusnya menjadi gol justru terbuang sia-sia. Seperti saat dijamu Barito di Stadion Demang Lehman, Martapura, Sabtu (28/9), para pemain Persebaya membuang begitu banyak peluang emas. Jajaran pelatih Persebaya mencatat setidaknya ada enam peluang emas dan tidak ada satu pun yang berbuah gol.

Tim pelatih Persebaya akan memanfaatkan waktu jeda pertandingan itu untuk memperbaiki finishing para pemainnya. Dengan begitu, saat berjumpa Persib, lini serang Persebaya bisa kembali garang. Tidak melempem seperti saat berjumpa Bali United maupun Barito. Padahal, dalam dua laga tersebut, juara dua kali Liga Indonesia itu mendominasi dan mengontrol jalannya pertandingan. 

Tetapi, bagaimana kalau laga melawan Maung Bandung –julukan Persib– juga ditunda. Sebab, waktunya berdekatan dengan agenda pelantikan presiden. ’’Tidak ada masalah. Saya pelatih bola, saya bukan politisi. Maka, fokus saya mempersiapkan tim. Kalau pertandingan lawan Persib nanti juga ditunda, kami tentu akan langsung berfokus melawan Persela (Lamongan). Yang jelas tugas saya mempersiapkan tim ini agar selalu siap menjalani pertandingan,’’ tutur Pikal.

Sesuai dengan jadwal yang dirilis operator kompetisi, setelah bertandang ke markas Persib, Persebaya akan melakoni laga dengan Persela. Duel dua kesebelasan asal Jawa Timur tersebut bakal digelar di Stadion Surajaya, Lamongan, pada 23 Oktober 2019.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : fim/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads