alexametrics
Liga 1

Insiden Penalti Kontroversial, Persela Akan Layangkan Protes ke PSSI

30 Juli 2019, 10:04:44 WIB

JawaPos.com – Kemenangan Persela Lamongan yang sudah di depan mata sirna. Kebodohan penjaga gawang Dwi Kuswanto di pengujung laga membuat tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu harus mengakhiri laga kontra Borneo FC di Stadion Surajaya, Lamongan, tadi malam (29/7) dengan hasil imbang 2-2. Dwi Kus menanduk kepala gelandang Borneo Wahyudi Hamisi ketika bola sudah aman dalam pelukannya.

Dwi Kus pun sejatinya punya kesempatan untuk mengulur waktu dalam situasi tersebut. Selain pertandingan sudah memasuki menit akhir, Persela sedang unggul 2-1. Dua gol tim asal Kota Soto tersebut dicetak Alex Dos Santos Goncalves. Gol pertama striker asal Brasil itu lahir dari titik penalti pada menit ke-63. Gol kedua dilesatkan enam menit kemudian. Dua gol Alex itu membalas gol Borneo yang diceploskan Renan Silva pada menit ke-19.

Persela Lamongan

Tapi, lagu kemenangan yang sudah berkumandang di Surajaya berubah menjadi amarah. Gara-gara tandukannya, Dwi Kus dan Hamisi dikartu merah wasit Wawan Rapiko. Pemain, ofisial, dan suporter Persela sangat geram karena wasit asal Riau itu juga menghukum Persela dengan penalti karena ulah Dwi Kus tersebut.

Para pemain Persela pun memprotes keras keputusan Wawan Rapiko. Laga pun terhenti hampir 25 menit. Sebab, bukan hanya pemain Persela yang mendebat keputusan wasit tersebut. Melainkan juga jajaran pelatih Persela. Kubu Borneo pun turut serta dalam perdebatan tersebut. Pemain maupun ofisial tim berjuluk Pesut Etam itu meminta wasit tetap menjalankan keputusannya. Dalam situasi itu, bola yang berada dalam penguasaan anak gawang dibuang pemain dan suporter Persela agar penalti tidak bisa dijalankan. Tapi, wasit teguh pada pendiriannya. Penalti tetap dijalankan. Lerby Eliandri yang menjadi algojo Borneo berhasil menaklukkan penjaga gawang pengganti Persela Dian Agus.

“Semua melihat dengan kasatmata apa yang terjadi. Kemenangan kami hilang karena keputusan kontroversial wasit,’’ kata CEO Persela Yuhrohnur seusai laga. ’’Apa yang terjadi ini merusak mental pemain kami,’’ tambah Manajer Persela Edi Yunan Ahmadi.

Persela menegaskan akan melayangkan protes resmi ke PSSI atas kejadian semalam. Bagi Persela, tidak seharusnya timnya dihukum penalti. Dari sudut pandang Persela, kartu merah itu tak seharusnya diikuti dengan hukuman penalti. Namun, hanya hukuman tendangan bebas tidak langsung. ’’Surat protes segera kami kirim,’’ tegas Yuhrohnur.

Meski terkesan menyalahkan wasit, internal Persela juga sangat menyesalkan kebodohan Dwi Kus. Beberapa elemen di Persela menyebut tidak seharusnya dia menanduk Hamisi. Apalagi, kemenangan sudah ada di depan mata Persela. Mereka pun tampak marah dengan aksi Dwi Kus tersebut. Sebagai pelatih, Nil Maizar berusaha menenangkan para pemain Persela agar tidak saling menyalahkan saat berada di ruang ganti.

Sementara itu, match commissioner laga Persela versus Borneo, Edrizal, menyebut tidak bisa menilai keputusan wasit. Sebab, apa pun yang diputuskan wasit adalah wewenang pengadil lapangan. Tugasnya hanya mencatat apa yang terjadi dalam pertandingan semalam.

’’Bahwa ada fakta protes dan sempat terhentinya pertandingan sangat lama jelas menjadi catatan kami. Ini akan kami laporkan ke federasi. Bukan kapasitas saya untuk memberi komentar dengan apa yang diputuskan wasit,’’ katanya kepada Jawa Pos.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : Fim/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads