alexametrics
Liga 1 2020

Persebaya Belum Berani Bikin Rencana, Tunggu Format Kompetisi Beres

30 Juni 2020, 17:17:37 WIB

JawaPos.com – Belum ada penjelasan bagaimana format lanjutan kompetisi Liga 1 2020. ”Apakah formatnya masih sama seperti sebelumnya? Atau malah ada alternatif lain yang ditawarkan? Kami kan belum tahu,” kata Aji Santoso, pelatih Persebaya Surabaya, kepada Jawa Pos.

Nah, karena belum ada kejelasan format, Persebaya pun belum melakukan perencanaan secara matang. Terutama terkait dengan program latihan. Mereka baru menyusun perencanaan jika sudah ada kejelasan dari pihak PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Persebaya Surabaya

Jika format kompetisi tidak berubah, artinya masih ada 31 laga yang harus dijalani tiap tim. Sebab, Liga 1 2020 memang baru berjalan tiga pekan. Dengan demikian, dibutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan kompetisi. ”Paling tidak delapan atau sembilan bulan baru selesai,” tambah Aji. Artinya, kompetisi baru tuntas pada tahun depan.

Itu jelas bukan opsi ideal. Sebab, kontrak pemain Green Force (julukan Persebaya) mayoritas akan habis pada Desember tahun ini. Praktis, jika kompetisi berlanjut sampai tahun depan, manajemen harus menyiapkan pembaruan kontrak bagi pemain. Termasuk bagi Aji yang kontraknya akan kedaluwarsa akhir musim ini. ”Tapi, kalau memang nanti keputusannya seperti itu, ya kami hanya bisa ikut,” tambah mantan kapten timnas tersebut.

Tapi, ada opsi untuk mengubah format kompetisi menjadi home tournament. Bagi pemain, opsi itu jadi yang paling masuk akal. Winger Oktafianus Fernando malah menilai sistem home tournament bakal menguntungkan pemain. ”Pemain nggak harus bepergian. Bisa menetap di suatu tempat,” jelas dia. Hanya, pemain yang akrab disapa Ofan itu meminta federasi tidak sembarangan menunjuk tuan rumah. ”Lebih baik dipilih daerah yang masih zona hijau,” tambahnya.

Aji sependapat dengan Ofan. Dia berharap pihak federasi benar-benar memperhatikan protokol kesehatan selama kompetisi berlangsung. ”Karena memang bahaya melanjutkan kompetisi saat pandemi seperti ini,” tuturnya.

Bahkan, jika tidak ditangani dengan serius, Aji yakin kompetisi bisa saja mandek lagi di tengah jalan. ”Kalau misalnya ada pemain yang positif (korona, Red), tim lawan juga pasti pikir-pikir mau main. Ragu-ragu semua. Bisa-bisa kompetisi malah berhenti lagi,” ujar Aji.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads