alexametrics
Sepak Bola di Masa Pandemi Korona

Menpora Ragu Liga 1 dan Liga 2 Bisa Restart Oktober Sesuai Rencana

30 Juni 2020, 17:25:51 WIB

JawaPos.com – PSSI dihadapkan pada situasi sulit ketika memutuskan kompetisi dilanjutkan pada Oktober mendatang. Selain harus mempersiapkan diri jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun depan, PSSI dihadapkan dengan banyaknya agenda timnas di akhir tahun. Baik itu timnas senior, U-19, maupun U-16.

Untuk timnas U-16, mungkin pengaruhnya sedikit. Sebab, mayoritas pemain yang bakal melakukan training camp di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, 6 Juli mendatang berasal dari Elite Pro Academy. Yang jadi masalah adalah timnas senior dan U-19 yang mayoritas pemainnya sudah punya klub di Liga 1 serta Liga 2.

Masalahnya, dua level timnas itu dihadapkan pada beberapa agenda turnamen. Timnas senior, misalnya, akan melanjutkan pertandingan di kualifikasi Piala Dunia 2022. Yakni, dua kali away. Yang pertama melawan Thailand pada 8 Oktober dan Vietnam pada 12 November. Serta satu kali home melawan Uni Emirat Arab pada 13 Oktober. Belum lagi jadwal Piala AFF 2020 yang juga akan diselenggarakan akhir tahun ini.

Sementara itu, timnas U-19 akan bertarung di Piala AFF U-19. Turnamen tersebut berlangsung di Uzbekistan pada 14–31 Oktober mendatang. Timnas U-19 tergabung di grup A bersama tuan rumah Uzbekistan, Kamboja, dan Iran.

Ketua PSSI Mochamad Iriawan mengaku sudah punya planning agar semua agenda tersebut bisa berjalan dengan baik serta kompetisi juga bisa berlanjut. Salah satu rencananya adalah keduanya berjalan berdampingan. Artinya, ketika timnas senior ataupun timnas U-19 melakukan TC hingga berkompetisi, Liga 1 serta Liga 2 tetap bertanding. ’’Memang itu jadi permasalahan, tapi kami harapkan demikian. Nanti kami diskusikan betul mengenai jadwal kompetisi yang ada hingga tahapan-tahapannya bagaimana,’’ terangnya.

Dia menyebut kompetisi musim 2020 akan lintas tahun. Artinya, kompetisi bakal berakhir pada 2021, sekitar Februari. ’’Itu pasti, karena tidak mungkin kompetisi hanya selesai di tahun ini. Hari ini (kemarin) LIB langsung bekerja mencocokkan berkaitan jadwal dan waktu. Mudah-mudahan kompetisi sebelum Maret sudah selesai,’’ harapnya.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu tidak menampik akan ada pemadatan jadwal untuk Liga 1 dan Liga 2. Hal tersebut juga bergantung format kompetisi nantinya. Apakah akan dipusatkan di satu daerah atau tidak.

Untuk menjawab apakah tim akan bertanding lebih dari sekali setiap minggu, pihaknya sendiri sudah meminta Direktur Operasional LIB Sudjarno untuk berkeliling ke lokasi yang memungkinkan jadi home untuk Liga 1 dan Liga 2. ’’Untuk Liga 1 kemungkinan dipusatkan di Jawa. Kami juga melihat bagaimana kesiapan tempat yang dipakai nanti. Seperti yang saya sampaikan, kemungkinan di Jogjakarta. Nanti ada diskusi dengan klub dari luar Jawa,’’ paparnya.

Nah, PSSI memberikan deadline kepada LIB setidaknya pekan ini semua urusan mengenai jadwal sudah selesai. Federasi akan rapat maraton pekan ini karena kompetisi tiga bulan lagi bergulir. ’’Mungkin nanti LIB rapat internal dulu, lalu sampaikan ke saya. Untuk Piala AFF akhir tahun nanti, Direktur Teknik Indra Sjafri sudah menjadwalkan. Kami juga sudah melihat bagaimana caranya agar tidak bentrok dan merugikan klub. Karena ini penting juga,’’ tegasnya.

Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita menjelaskan, pihaknya akan langsung bekerja setelah PSSI mengeluarkan SK terbaru. Sebab, LIB saat ini sudah punya patokan dalam merumuskan kompetisi. ’’SK itu akan jadi landasan kami untuk menentukan langkah-langkah berikutnya,’’ jelasnya.

LIB sendiri sebenarnya sudah punya planning yang tidak jauh berbeda dengan SK PSSI. Yakni, dua opsi memutar kompetisi pada September atau Oktober. ’’Kerangka umum sudah kami buat, jadi sekarang tinggal menyesuaikan dengan SK tersebut. Lebih lanjut, kami juga akan merancang semuanya dan menyelaraskan disesuaikan dengan kondisi serta situasi saat ini,’’ tuturnya.

Sementara itu, Menpora Zainudin Amali mengaku sudah tahu soal SK yang menyatakan bahwa kompetisi Liga 1 dan Liga 2 akan diputar kembali pada Oktober. Namun, dirinya ragu hal tersebut akan berjalan sesuai jadwal. ’’Belum tentu juga itu. Karena tetap harus menunggu izin kegiatan dari Gugus Tugas,’’ ungkapnya.

Sebab, menurut dia, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 punya keputusan mutlak untuk menentukan apakah kegiatan olahraga bisa diselenggarakan atau tidak selama masa pandemi korona. Artinya, jika tidak ada izin, bukan tidak mungkin seluruh rencana PSSI untuk melanjutkan kompetisi akan batal. ’’Gugus Tugas ini saya tempatkan dalam posisi menentukan kegiatan ini (Liga 1 dan Liga 2) bisa jalan atau tidak. Karena kami dari Kemenpora hanya bisa membuat panduan umum saja,’’ katanya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads