alexametrics
SEA Games 2019

Singapura U-23 Terhambat Wamil, Fandi Ahmad Kesulitan Bentuk Tim

29 November 2019, 09:00:48 WIB

JawaPos.com – Fandi Ahmad sempat kesulitan menyiapkan timnya untuk berlaga di SEA Games 2019. Sebab, beberapa pemain yang dia incar, masih menjalani wajib militer (wamil). Setidaknya ada empat pemain yang masih menjalani wajib militer. Mereka adalah Lionel Tan, Irfan Najeeb, Naqiuddin Eunos, dan penyerang Haiqal Pashia. Untungnya, mereka mendapatkan izin keluar camp dan bergabung dengan Young Lions-julukan timnas Singapura U-23 di SEA Games 2019.

“Sebenarnya ada lima pemain, tetapi yang satu cedera dan tidak jadi berangkat,” ujar Fandi Ahmad kepada Jawa Pos.
Situasi tersebut menyulitkan mantan penyerang Niac Mitra pada 1982-1983. Apalagi, Singapura saat ini memang tengah menghadapi ”kelangkaan” pemain di kelompok umur. Di sisi lain, program wamil sudah diterapkan di Singapura sejak 1976. Program ini wajib diikuti warga negara yang berusia 18 tahun. “Kesempatan latihan buat mereka minim, mereka ada camp, jarang keluar, itu yang menjadi problem buat kami,” keluh Fandi.

Fakta tersebut dibenarkan Noh Alam Shah, asisten pelatih timnas Singapura U-23. Along-sapaan karibnya-adalah salah satu generasi emas yang membawa Singapura berkibar di pentas AFF Cup 2007. Saat itu mereka juara dan Along menjadi top scorer serta pemain terbaik.

“Negara saya terhambat dengan development pemain. Soalnya kami ada wajib militer, itu satu hal yang tidak bisa kami berikan pengertian kepada negara-negara lain,” sebut Along. Mantan penyerang Arema itu menyayangkan kebijakan pemerintah negaranya. “Makanya di kelompok umur, timnas kami selalu ada masalah seperti sekolah dan wajib militer,” lanjutnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : Nap


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads