alexametrics
Liga 1 2019

PT LIB Bicara Kiriman Uang ke Rekening Wasit Kalteng Putra vs Persela

29 Oktober 2019, 18:00:29 WIB

JawaPos.com – Dalam pemeriksaan awal yang dilakukan Satgas Antimafia Bola kepada sembilan orang yang ditahan terkait laga Kalteng Putra versus Persela Lamongan, sempat disebut soal kiriman uang ke rekening. Namun, akhirnya dibantah bahwa itu terkait dengan pengaturan skor.

Meski begitu, pemeriksaan cukup lama berlangsung kemarin. Dan, belakangan, Manajer Kompetisi LIB Asep Saputra menjelaskan, sangat mungkin bukti uang di rekening sembilan tersangka berasal dari PT LIB. Sebab, LIB memang membayar honor perangkat pertandingan, termasuk LO lokal, pada akhir bulan. ’’Fee-nya memang per pertandingan. Tapi, mekanisme pembayaran direkap jadi satu bulan dan dibayar akhir bulan,’’ ucapnya.

Mengenai perangkat pertandingan lokal, PT LIB membayar sejak musim lalu. Bedanya, musim ini sewa transportasi dan gaji LO tidak lagi dibebankan kepada pihak tuan rumah. ’’Jadi, biayanya dari kami semua. Menghindari unsur-unsur tidak baik. Kami putuskan musim ini semua kami yang bayar,’’ ungkapnya.

Direktur Media PSSI Gatot Widakdo angkat bicara terkait sembilan orang yang diamankan tersebut. Secara pribadi, meski tidak terbukti, pihaknya tetap mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Satgas Antimafia Bola. ’’Perlu diingatkan lagi, kami selalu terbuka jika memang dibutuhkan. Kami taat dengan proses hukum yang ada. Bahkan, kami ingin sama-sama memberantas pengaturan skor,’’ tegasnya.

JawaPos.com – Dalam pemeriksaan awal yang dilakukan Satgas Antimafia Bola kepada sembilan orang yang ditahan terkait laga Kalteng Putra versus Persela Lamongan, sempat disebut soal kiriman uang ke rekening. Namun, akhirnya dibantah bahwa itu terkait dengan pengaturan skor.

Meski begitu, pemeriksaan cukup lama berlangsung kemarin. Dan, belakangan, Manajer Kompetisi LIB Asep Saputra menjelaskan, sangat mungkin bukti uang di rekening sembilan tersangka berasal dari PT LIB. Sebab, LIB memang membayar honor perangkat pertandingan, termasuk LO lokal, pada akhir bulan. ’’Fee-nya memang per pertandingan. Tapi, mekanisme pembayaran direkap jadi satu bulan dan dibayar akhir bulan,’’ ucapnya.

Mengenai perangkat pertandingan lokal, PT LIB membayar sejak musim lalu. Bedanya, musim ini sewa transportasi dan gaji LO tidak lagi dibebankan kepada pihak tuan rumah. ’’Jadi, biayanya dari kami semua. Menghindari unsur-unsur tidak baik. Kami putuskan musim ini semua kami yang bayar,’’ ungkapnya.

Direktur Media PSSI Gatot Widakdo angkat bicara terkait sembilan orang yang diamankan tersebut. Secara pribadi, meski tidak terbukti, pihaknya tetap mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Satgas Antimafia Bola. ’’Perlu diingatkan lagi, kami selalu terbuka jika memang dibutuhkan. Kami taat dengan proses hukum yang ada. Bahkan, kami ingin sama-sama memberantas pengaturan skor,’’ tegasnya.

Sementara itu, manajemen Persela sempat khawatir terkait penangkapan sembilan orang oleh satgas. Tapi, semua rasa khawatir tersebut segera terkikis begitu manajemen Persela mendapat kabar pasti bahwa yang diamankan adalah perangkat pertandingan. Juga ofisial Kalteng Putra. Tidak ada pemain sama sekali. ”Jujur saya sebenarnya tidak mau mengomentarinya. Sebab, itu menyangkut pihak lain. Yang jelas, kami menyerahkan hal tersebut ke aparat yang berwajib,” ujarnya.

Yunan menegaskan bahwa skuad Persela saat ini langsung berkonsentrasi ke laga melawan Bali United Kamis besok (31/10). ”Kami tidak mau lagi bicara penangkapan di Kalteng Putra. Kami tegaskan ke pemain agar bekerja lebih keras untuk meraih poin di Bali,” ucapnya.

Editor : Mohammad Ilham



Close Ads