alexametrics
Liga 3 2019

Persegres Bentuk Tim, tapi Tunggakan Gaji Pemain Belum Beres

29 September 2019, 17:00:52 WIB

JawaPos.com – Sepekan sebelum laga perdana Liga 3 Pra Nasional digelar, Persegres Gresik United akhirnya melakukan persiapan. Tim berjuluk Laskar Joko Samudro itu menunjuk kembali Angga Adi Perdana sebagai CEO pada Senin (23/9). Ini adalah periode kedua Angga menjabat CEO. Dia sempat mengisi posisi itu di Liga 2 musim lalu, tapi mengundurkan diri sebelum kompetisi usai.

Lantas, apa alasan Angga mau kembali? ’’Saya murni ingin membantu Persegres,’’ katanya kepada Jawa Pos. Nah, setelah Angga datang, tim langsung dibentuk. Total, ada 20 pemain yang sudah masuk skuad. Mayoritas adalah mantan pemain yang pernah ikut seleksi musim lalu. Mereka berlatih di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, sejak Kamis (26/9).

Meski begitu, belum ada pelatih kepala. Latihan masih dipimpin Fery Hadi Kurniawan, asisten pelatih Persegres di Liga 2 musim lalu. ’’Tapi, kami sudah melakukan komunikasi dengan calon pelatih baru,’’ ungkap Angga. Pelatih anyar itu dijadwalkan tiba sebelum laga kontra Persigo Semeru FC (5/10). 

Angga menyebut Persegres siap bermain. Di Liga 3 Pra Nasional, Laskar Joko Samudro tergabung di grup C bersama Persigo Semeru FC, Perssu Sumenep, Celebest FC Palu, dan PSN Ngada.

Namun, masih ada ganjalan bagi Persegres. Mereka bisa saja gagal tampil lantaran belum melunasi gaji pemain pada musim 2017. Kasus tunggakan gaji itu sudah memasuki sidang keenam pada 2 Oktober nanti. Sesuai regulasi, tim yang masih punya tunggakan gaji dilarang ikut kompetisi musim berikutnya. Soal itu, Angga belum bisa memberikan jawaban pasti. ’’Saya serahkan semuanya ke manajemen lama. Karena saya tidak tahu soal itu,’’ jelasnya.

Segala persiapan yang sudah dilakukan tak lantas membuat Ultrasmania puas. Mereka berharap ada perombakan dalam tubuh manajemen. Sebab, dengan komposisi manajemen yang sama pula, gaji pemain masih tersendat-sendat musim lalu. ’’Kalau manajemen tak ada perubahan, kami akan melakukan boikot,’’ ucap Toriqi Fajerin, ketua umum Ultras, kepada Jawa Pos. 

Bentuk boikot itu beragam. Bisa dengan melakukan aksi turun ke jalan atau mengosongkan tribun saat Persegres melakoni laga kandang. Hal itu dilakukan agar manajemen jengah. ’’Juga biar nggak ada korban gaji lagi buat para pemain. Kasihan karena mereka ini kan pemain baru,’’ tegas pria yang akrab disapa Kaji Riki tersebut.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/ali


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads