alexametrics
Liga 1

Lapangan di Stadion Demang Lehman Seperti Lintasan Pacuan Kuda

29 September 2019, 10:30:02 WIB

JawaPos.com – Sebelum laga Barito Putera lawan Persebaya, Evan Dimas sempat mengeluhkan kondisi lapangan Stadion Demang Lehman, Martapura. Gelandang Barito itu menyebut lapangan tersebut terlalu keras. Selain itu, juga berdebu.

“Kondisi lapangan yang keras sangat menyulitkan. Bola sulit dikontrol dan itu sangat mempengaruhi permainan tim,” ungkap Evan. Asisten pelatih Barito Yunan Helmi juga sempat mengutarakan keluhan yang sama. Menurutnya lapangan terlalu kering.

Persebaya Surabaya

Apa yang diutarakan Evan dan Yunan tersebut ternyata bukan sekadar keluhan. Tapi, merupakan sebuah kenyataan. Ketika laga berjalan, secara kasatmata kondisi lapangan memang tak ubahnya lintasan pacuan kuda. Lapangannya begitu berdebu. Ketika pemain kedua kesebelasan berlari, debu pasti berterbangan mengikuti. Pun demikian saat ada pemain yang melakukan tendangan keras. Juga ketika ada pemain yang terjatuh.

Kondisi yang berdebu tersebut bukan hanya di sebagian kecil lapangan. Tapi, di semua sisi lapangan. Di setiap jengkal lapangan Stadion Demang Lehman. Bukan itu saja, lapangan juga terlihat bergelombang. Aliran bola-bola datar tak pernah berjalan mulus. Saat pemain menggiring bola pemandangan pun serupa.

“Sistem penyiraman lapangannya tampak kurang baik. Tapi, kondisi ini harus kami terima dan hadapi. Sebab, kami memainkan partai kandang di sini (Stadion Demang Lehman),” ujar Yunan.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : Fim/bas

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads