alexametrics
Liga 1 2019

Djanur: Jika Manajemen Persebaya Minta, Baru Saya Mundur

29 Juli 2019, 14:11:31 WIB

JawaPos.com – Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman masih nyaman di kursinya meskipun ’’paido’’ selalu masuk ke telinga. Dia pede untuk terus menukangi Green Force.

Djanur –sapaan Djadjang Nurdjaman– masih percaya bisa membawa Ruben Sanadi dkk meraih kemenangan. Janji kemenangan untuk Persebaya pun diucapkan setiap pertandingan. Djanur merasa skuadnya bisa lebih baik ketika melawan Persipura Jayapura nanti. Bakal menang di kandang sendiri, Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada 2 Agustus.

Persebaya Surabaya

Disinggung alasan tetap bertahan dan tidak mundur meski tren tim besutannya buruk, Djanur menyerahkannya kepada manajemen, bukan Bonek. Sebab, manajemen-lah yang berhak memutuskan apakah dirinya layak atau tidak menukangi Persebaya. ’’Saya tidak akan pernah mundur. Jika manajemen minta mundur, baru saya mundur,’’ tegasnya.

Sementara itu, beberapa pentolan Bonek merasa ada yang salah dengan Persebaya saat ini. Jadi, bukan hanya Djanur yang harus dievaluasi, melainkan juga seluruh tim. Termasuk manajemen.

Perwakilan Tribun Timur Hasan Tiro menyatakan, Persebaya harus di-restart. ’’Banyak pemain yang sudah tidak layak di Persebaya, tapi dipertahankan. Kami ini butuh pemain yang memiliki rasa cinta, bukan sekadar main dan bayaran,’’ katanya ketika ditemui Jawa Pos seusai pertandingan tadi malam.

Dia berharap waktu yang ada bisa dimanfaatkan untuk melakukan perombakan. Berharap segera ada pemain-pemain yang memiliki rasa cinta di Persebaya beserta jajaran pelatih. ’’Anak-anak muda Surabaya diberi kesempatan. Mosok itu-itu saja, tidak berani komposisi baru,’’ ujarnya.

Hal senada disampaikan perwakilan Green Nord Husain Ghozali. Pria yang akrab disapa Cak Cong itu mengatakan apa yang dialami Persebaya saat ini bukan semata-mata karena Djanur. Jajaran manajemen juga ikut bertanggung jawab. ’’Djanur itu hanya menerima pemain ala kadarnya. Tidak bisa memilih yang terbaik,’’ ucapnya. Tapi, dia membenarkan bahwa Djanur gagal mengangkat moral pemain. ’’Tanggung jawabnya sebagai pelatih bagaimana? Tapi, sekali lagi, rombak ulang tim ini. Semuanya. Bukan hanya Djanur,’’ lanjutnya.

Cak Cong menganggap putaran kedua nanti adalah kesempatan untuk melakukannya. Sebab, Persebaya adalah tim besar dengan segenap sejarah di dalamnya. ’’Secepatnya, sebelum terlambat,’’ timpal Agus Bimbim, perwakilan Tribun Kidul.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads