alexametrics
Piala Presiden 2019

Emosi Tak Terkendali, Skuad TIRA-Persikabo Nyaris Amuk Wasit

29 Maret 2019, 19:27:13 WIB

JawaPos.com – Wasit Handri Kristanto nyaris menjadi sasaran amuk para pemain dan ofisial PS TIRA-Persikabo. Tak lama setelah meniup peluit tanda akhir pertandingan, Handri langsung dikejar-kejar hingga masuk lorong menuju ruang ganti di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (29/3).

Pertandingan antara Persebaya dengan TIRA-Persikabo di babak 8 besar Piala Presiden 2019 memang berlangsung sangat panas. Hingga memuncak saat memasuki masa tambahan waktu babak kedua. Penyebabnya adalah keputusan wasit Handri mengesahkan gol ketiga Persebaya yang dicetak Amido Balde.

Beberapa saat sebelum gol Balde, ada salah seorang penggawa TIRA-Persikabo yang terkapar di lapangan. Namun, wasit membiarkan hal tersebut. Merasa dirugikan dengan keputusan wasit, lebih dari empat pemain TIRA-Persikabo pun mengajukan protes.

Akibatnya, dua pemain TIRA-Persikabo mendapatkan kartu merah, yakni Rifad Marasabessy dan kapten Manahati Lestusen. Peluit panjang akhirnya ditiup setelah molor selama beberapa menit. Namun hal ini tak menghentikan protes skuad Young Warriors terhadap wasit.

Dari pengamatan JawaPos.com, pemain asing TIRA-Persikabo Louise Essengue Parfait tampak melakukan protes ke wasit cadangan. Aksi Essengue juga diikuti para pemain lainnya. Para pemain dan ofisial Persebaya berusaha meredam emosi pemain TIRA-Persikabo.

Gesekan pun makin panas. Pelatih kiper Benny Van Breukelen tampak mengejar wasit Handri hingga terowongan stadion. Keributan berlanjut hingga ke lorong menuju kamar ganti. Kali ini pemain TIRA-Persikabo bergesekan dengan pihak keamanan yang berusaha meredam situasi.

Beruntung kegaduhan ini tidak berlangsung lama. Emosi para penggawa TIRA-Persikabo tak berlangsung lama. Mereka pun kembali ke ruang ganti pemain.

Editor : Agus Dwi W

Reporter : Muhammad Syafaruddin

Emosi Tak Terkendali, Skuad TIRA-Persikabo Nyaris Amuk Wasit