alexametrics
Liga 1 2020

Persebaya vs Persik: Modal Awal Sebelum Menantang Tim Ibu Kota

29 Februari 2020, 07:00:19 WIB

JawaPos.com – Juara. Itulah target Persebaya Surabaya di Liga 1 2020. Target yang realistis. Sebab, Green Force -julukan Persebaya- merupakan runner-up Liga 1 musim lalu. Mental juara pun sudah tertanam seiring keberhasilan Persebaya menjadi kampiun Piala Gubernur Jatim (PGJ) 2020.

Namun, jalan menuju podium juara Liga 1 masih sangat panjang dan berliku. Green Force juga harus melewati ujian awal menghadapi Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya malam nanti (live Indosiar pukul 18.30 WIB). Itu sekaligus menjadi laga pembuka gelaran Liga 1 musim ini. “Laga pertama sangat penting. Hasil laga ini akan jadi acuan untuk laga-laga selanjutnya,” kata bek Persebaya Rachmat ‘Rian’ Irianto.

Pernyataan putra asisten pelatih Persebaya Bejo Sugiantoro itu memang ada benarnya. Green Force harus bisa meraih modal awal. Sebab, jika malam nanti mereka tersendat, tantangan berikutnya bakal lebih berat. Makan Konate dkk harus menghadapi Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Sabtu depan (7/3). “Ini kandang kami. Kami akan berjuang habis-habisan untuk meraih tiga poin,” tandas pemain 20 tahun itu.

Sejatinya, Green Force punya modal metereng. Pertama, mereka akan didukung oleh 50 ribu Bonek. Modal berikutnya, kemenangan 3-1 atas Persik di ajang PGJ 2020 (10/2). Tapi, dua modal itu untuk sementara akan ditepikan. Pelatih Persebaya Aji Santoso menilai hal itu tak bisa dijadikan acuan. Apalagi, Persik akan turun dengan kekuatan yang lebih baik. Malam nanti, Persik bisa menurunkan tiga pemain asingnya. Yakni Ante Bakmaz, Jefferson Alves dan Gaspar Vega. Persik juga diperkuat pemain naturalisasi, Sackie Doe.

Kondisi itu berbeda dengan pertemuan di PGJ lalu. Di mana Persik hanya bisa menurunkan Ante Bakmaz saja. “Makanya, saya sudah sampaikan ke semua pemain. Jangan sampai under estimate. Ingat Bhayangkara FC, mereka pede bisa menang (atas Persik), tapi malah kalah,” jelas Aji merujuk kekalahan 1-3 yang diderita Bhayangkara FC dari Persik di ajang PGJ (14/2) lalu.

Beruntung. Persebaya bisa turun dengan skuad terbaik. Selain Nasir yang cedera hamstring, seluruh penggawa Green Force siap tampil. Pemain muda yang mendapat kesempatan bermain di PGJ 2020 lalu, juga semakin matang. Mereka diantaranya Rizky Ridho, Koko Ari Araya, Hambali Tholib dan M. Supriadi. Dua nama terakhir bahkan menyumbang gol ketika melawan Persik di PGJ 2020. “Mereka (pemain muda) kan memang sudah saya siapkan melalui Piala Gubernur (Jatim). Dalam kompetisi nanti saya akan melakukan hal yang sama,” jelas Aji

Banyaknya pemain muda membuat Aji memiliki opsi rotasi. “Kalau sering rotasi, tim lawan akan susah memprediksi siapa yang akan saya pasang. Dan taktik apa yang akan saya pakai,” lanjut mantan pelatih PSIM Jogjakarta tersebut.

Di sisi lain, Persik enggan merasakan dua kekalahan beruntun dari Green Force. Penegasan itu disampaikan pelatih Persik Joko Susilo. Dia bahkan sudah mempelajari kekuatan Persebaya. Menurut dia, kekuatan Green Force yang sebenarnya adalah kala melumat Persija Jakarta 4-1 dalam babak final PGJ 2020 (20/2) lalu. “Sejak ditangani Coach Aji, Persebaya baru mengalami satu kekalahan. Kami harus tahu detailnya bagaimana untuk menghadapi Persebaya,” jelas pelatih yang akrab disapa Gethuk itu.

Bagi Gethuk, bukan hal sulit mengetahui gaya permainan Persebaya di bawah asuhan Aji. Maklum, keduanya sudah saling kenal satu sama lain. Gethuk merupakan asisten pelatih kala Aji menahkodai Arema FC. “Bisa dibilang beliau (Aji) salah satu mentor saya. Hubungan kami sangat baik. Saya sering dapat masukan soal taktik dari Coach Aji. Termasuk pas di Persik ini,” kata pria yang juga pernah jadi pelatih Arema FC itu.

Hanya, dia cukup mengkhawatirkan beberapa penggawa Green Force. Diantaranya adalah Makan Konate dan David da Silva. “Tapi saya tak bisa menyebut siapa saja (yang harus diawasi). Karena masih ada Mahmoud Eid juga. Mereka punya kemampuan mencetak gol yang baik,” kata Gethuk.

Perkiraan Pemain

Persebaya (4-3-3) : 20-Rivky Mokodompit (gk); 33-Koko Ari Araya, 23-Hansamu Yama, 24-Arif Satria, 13-Rachmat Irianto; 89-Hambali Tholib, 28-Aryn Williams, 10-Makan Konate (c); 41-Irfan Jaya, 7-David da Silva, 9-Mahmoud Eid
Pelatih : Aji Santoso

Persik (3-5-2) : 47-Bakhtiar Junaidi (gk); 5-Ante Bakmaz, 29-Jefferson Alves, 28-Andri Ibo; 22-Ibrahim Sanjaya, 11-Adi Eko Jayanto, 4-Sackie Doe, 6-Bayu Otto, 3-Dany Saputra; 17-Antoni Putro Nugroho, 10-Septian Satria Bagaskara
Pelatih : Joko Susilo

Venue : Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya
Live : Indosiar pukul 18.30 WIB

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads